REMBANG – Belasan miras di amankan Satpol PP Rembang Sabtu malam (14/6). Minuman keras dengan kadar alkohol tinggi dan berbagai merk ditemukan di berbagai warung kopi (warkop) dan kos wilayah Rembang kota.
Masih dari sumber Satpol PP Rembang yang diberikan petugas juga menyasar fasilitas publik dengan sasaran tindak asusila. Operasi yang dimulai sejak pukul 19.30 turut menyasar kawasan Gor Mbesi, Rembang.
Disamping itu petugas juga menyisir Pelabuhan Tasikagung. Sasaran pelanggaran tindak asusila, didapati beberapa pasangan muda mudi.
Tindakan petugas memberikan sosialisasi untuk tidak mengulangi lagi dan membubarkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
”Sabtu malam kita kegiatan Operasi Penegakan Perda No 2 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum. Personil Satpol PP Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) dan Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtramas),” kata Kasatpol PP Rembang, Sulistiyono kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin (15/6).
Sulis menjelaskan hasil pelaksanaan kegiatan di empat warkop. Semua berada di kawasan stasiun Rembang semua didapati miras.
Pertama di warkop R didapati miras jenis anggur kolesom 3 botol, killin 2 botol, warkop A didapati miras jenis anggur merah 1 botol.
Selanjutnya di warkop Stasiun Ay didapati miras jenis kilin 1 botol , anggur merah 1 botol. Kemudian warkop Stasiun An didapati miras arak 1 eskan. Disana petugas melakukan pengecekan KTP semua pekerja warkop, dalam pengecekan tidak didapati pekerja di bawah umur.
”Operasi dilanjutkan di rumah kos di Kabongan Kidul ditemukan miras jenis kilin 3 botol,”terangnya.
Setelah itu petugas Satpol PP menyisir Gor Rembang sasaran pelanggaran tindak asusila, tidak didapati pelanggaran. Lalu menyisir pelabuhan Tasikagung sasaran pelanggaran tindak asusila, didapati beberapa pasangan muda mudi.
”Di pelabuhan Tasikagung tindakan petugas memberikan sosialisasi untuk tidak mengulangi lagi dan membubarkan untuk kembali ke rumah masing-masing,” sambungnya.
Selain itu petugas Satpol PP juga memberikan sosialisasi angkringan C0 Jl. Cokrominoto untuk tidak menempatkan kursi-kursi di pinggir jalan. Selama kegiatan berlangsung berjalan dengan lancar dan kondusif. Petugas selalu mengedepankan sikap humanis dan persuasif. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya