REMBANG – Pengumuman kelulusan dilakukan serentak jenjang SD dan SMP di Kabupaten Rembang kemarin (2/6).
Pengumuman berbasis online. Di SMPN 3 Pamotan bagikan platform. Ini sekaligus kenalkan teknologi, lebih efisien dan juga melatih kemandirian.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Ngadiyono menyampaikan menindaklanjuti edaran dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Rembang pengumuman dilaksanakan serentak baik jenjang SD maupun SMP. Waktunya pukul 14.00.
”Ada himbauan dalam melaksanan kelulusan tidak ada pawai, kerumunan. Anak-anak diharapkan syukuri hasil kelulusan.
Diharapkan anak-anak SMP melanjutkan ke jenjang berikutnya,”kata Ngadiyono saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus sore kemarin (2/6).
Di SMPN 3 Pamotan tingkat kelulusan 100 persen. Disana ada 60 siswa kelas IX. Untuk hindari kerumunan dan anak tidak datang ke sekolah dilakukan online.
Dengan dibagikan platform tertentu untuk diakses dengan memasukkan nama dan nomor induk siswa nasional (NISN).
Jadi mereka bisa mengetahui lulus atau tidak lewat handphone. Ini sekaligus kenalkan teknologi sekarang, kedua juga efisien.
Anak maupun orang tua, tidak perlu datang ke sekolah. Cukup mengakses aplikasi bisa diketahui hasilnya.
”Juga kita himbau wali kelas apabila anak tidak mempunyai HP bisa menggunakan HP milik orang tua, saudara atau temannya,” terang kepala sekolah SMN 3 Pamotan ini.
Dengan pengumuman berbasis online ada effort (upaya) tersendiri bagi anak. Dengan memasukan nama dan NISN. Karena biasanya sekolah datangkan orang tua, lalu diberi surat untuk dibuka langsung.
”Saya ikut pantau. Ada perasaan deg-degan di grup kelas. Ada yang memasukan, tidak muncul nama karena tidak lengkap.
Kadang ada yang salah. Ada tantangan tersendiri, ketika tidak lengkap memasukan nama dan NISN, “ imbuhnya.
Memang perlu adanya pembiasaan. Karena seleksi penerimaan siswa baru (SPMB) jenjang SMA/SMK sederajat juga berbasis online.
Dan catatan terpenting anak-anak di dorong mandiri saat melanjutkan jenjang atas.
”Supaya anak-anak terbiasa budaya mandiri, kritis, tidak menggantungkan. Walaupun sekolah tetap memantau.
Juga petakan sekolah-sekolah yang dituju,” tutupnya. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya