Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Berkenalan dengan Si Bulki, Sapi yang Dipilih untuk Kurban Presiden di Rembang, Segini Harganya

Vachri Rinaldy • Jumat, 30 Mei 2025 | 19:26 WIB
INI SI BULKI : Nur Hasan, pemilik peternakan sarwan di Sedan Rembang berfoto bersama sapi yang dipilih sebagai hewan kurban presiden.
INI SI BULKI : Nur Hasan, pemilik peternakan sarwan di Sedan Rembang berfoto bersama sapi yang dipilih sebagai hewan kurban presiden.

RADAR KUDUS - Seekor Sapi dari Desa Bogorejo, Sedan dibeli Presiden untuk dijadikan hewan kurban Idul Adha.

Rencana sapi berbobot sekitar 900 kilogram akan disembelih di Kecamatan Pancur.

Sapi itu berada di Peternakan Sarwan, milik Nur Hasan. Di sana ada sekitar 50 ekor.

Posturnya terlihat gemuk dan segar. Bobotnya bekisar 500 kilogram sampai dengan 900 kilogram.

Sampai dengan Jumat (30/5), mayoritas ternak di sini sudah dipesan untuk kurban Idul Adha.

Pemesannya beragam. Mulai dari perusahaan, perorangan hingga presiden.

Uniknya, di peternakan Nur Hasan ini, sapi-sapi diberikan nama.

Ada yang bernama Deva yang berbobot 500 kilogram, Gembong berbobot 700 kilogram, dan Bulki berbobot sekitar 900 kilogram.

Bulki merupakan sapi paling besar di sini.

Dialah yang menjadi sapi yang dipilih untuk kurban Presiden Prabowo.

Nur Hasan, pemilik peternakan Sarwan mengatakan, dulu, ia menemukan Bulki dari Jatirogo, Tuban.

Sapi kemudian ia rawat sekitar 6 bulan. Ia memperlakukan sama sebagaimana sapi-sapi lain yang ada di Peternakan Sarwan. Sehari diberimakan dua kali.

Beberapa waktu lalu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang memberikan informasi tentang pengajuan hewan kurban untuk dibeli presiden.

Syaratnya, sapi harus berbobot di atas 800 kilogram.

"Sapi saya (Bulki,Red) beratnya sekitar 900 kilogram. Dengan syarat sehat dan sebagainya," katanya.

Nur Hasan kemudian menawarkan harga Rp 85 juta.

Sekarang, seluruh kriteria sudah terpenuhi. Rencana, Bulki ini akan diantar ke Pancur pada H-1 Idul Adhha untuk disembelih di salah satu masjid.

"Saya minta bantuan Dinas Peternakan untuk ngecek kondisinya. Setiap saat dicek," katanya.

Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan menyampaikan, setiap kabupaten diberikan kesempatan menseleksi sapi-sapi untuk diusulkan sebagai hewan kurban presiden.

Pihaknya kemudian mengusulkan beberapa ke Pemerintah Provinsi, hingga terpilihlah satu sapi yang ada di Bogorejo, Sedan itu.

Sapi milik Nur Hasan itu berjenis simental. "Beratnya 900 kilogram lebih. Kalau tidak salah harganya Rp 85 juta-an," katanya.

Informasi yang ia terima, baru-baru ini pihak pemilik ternak sudah diminta untuk pemberkasan. Sehingga besar kemungkinan sapi ini akan terpilih menjadi hewan kurban presiden.

Rencana, hewan kurban ini akan dipotong di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Sumber Agung, Pancur.

"Ini terus dipantau, sekaligus pemilik kami minta untuk terus menjaga kesehatannya (sapi, Red)," katanya. (vah)

Editor : Mahendra Aditya
#Hewan Kurban Presiden #rembang #hewan kurban #idul adha #Sapi kurban