REMBANG — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Unit Sarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan prima dan kepedulian terhadap nasabah.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan, BRI Unit Sarang menyerahkan santunan duka sebesar Rp39.000.000 kepada ahli waris almarhumah Ibu Sangidah, salah satu nasabah Pinjaman BRI.
Prosesi penyerahan santunan dilaksanakan secara simbolis oleh Mantri Unit BRI Sarang, Bapak Naufal Laksamana Aditya, kepada Ibu Siti Qomariyah (pihak keluarga) di BRI Unit Sarang.
Santunan ini merupakan manfaat dari produk asuransi mikro BRI Life (AMKKM) yang terintegrasi dalam layanan simpanan dan pinjaman nasabah BRI.
Dalam pertemuan singkat dengan ahli waris, Bapak Naufal menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum dan menegaskan bahwa santunan ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam memberikan perlindungan bagi nasabah.
"“Kami berharap santunan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. BRI senantiasa hadir tidak hanya sebagai mitra keuangan, tetapi juga sebagai sahabat dalam setiap fase kehidupan nasabah,” ujar Naufal.
Perwakilan dari BRI Life, Bapak Maulana, turut hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan bahwa santunan ini merupakan bagian dari manfaat proteksi yang melekat pada produk asuransi mikro KKM kerjasama antara BRI dan BRI Life.
"“Kami di BRI Life berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh nasabah yang telah mengikuti program asuransi mendapatkan haknya dengan mudah dan cepat. Santunan ini adalah wujud nyata dari kepastian dan ketenangan yang kami tawarkan,” jelas Maulana.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI dan BRI Life.
Mereka mengaku terharu dan merasa terbantu oleh santunan tersebut, yang datang di saat duka mendalam.
Melalui kerja sama strategis dengan BRI Life, BRI terus memperkuat layanan perlindungan bagi nasabah melalui program asuransi mikro.
Ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memberikan layanan perbankan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat. (Wisnu Aji)
Editor : Ali Mustofa