Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Melihat Perbandingan Dividen BUMD Antarkabupaten: Pati Rp 39 M, Rembang Rp 11 M, Begini Rinciannya

Vachri Rinaldy • Jumat, 16 Mei 2025 | 22:35 WIB
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS

RADAR KUDUS - Angka Dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rembang sepertinya masih jauh jika dibandingkan dengan Pati, kabupaten tetangganya.

Total dividen di Kabupaten Pati pada 2024 tercatat Rp 39,759 miliar, sementara Kabupaten Rembang sekitar Rp 11,843 miliar.

Kabupaten Pati memiliki lima BUMD, yakni BPD Bank Jateng, BPR BKK Pati, BPR Bank Daerah Pati, Perumda Air Minum Tirta Bening Pati, dan Perumda Aneka Usaha Pati.

"Total deviden untuk BUMD senilai Rp 36,759 M. Jelas tertinggi Bank Jateng," kata Kasubsi Bidang Anggaran BPKAD Pati Nurwito.

Jka dirinci, Bank Jateng menjadi BUMD dengan deviden terbanyak dengan total Rp 36,622 miliar.

Kemudian BPR BKK Pati senilai Rp 2,331 miliar, BPR Bank Daerah Pati Rp 5,292 miliar, PDAM Pati Rp 2,455 miliar, dan Perumda Aneka Usaha Pati Rp 58 juta.

Komisi D DPRD Pati Didin Syafruddin mendorong Pemkab Pati untuk mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal.

Menurutnya, sumber PAD Pati cukup beragam. Mulai dari retribusi parkir, BUMD, pengelolaan tempat wisata, sektor perikanan, hingga industri kecil.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan BUMD.

 

"Parkir saja kalau dikelola dengan baik, saya yakin PAD bisa meningkat. Begitu juga BUMD seperti PDAM dan Bank Daerah, jika dioptimalkan, insyaallah bisa jadi sumber pendapatan yang signifikan," katanya.

Sementara, Kabupaten Rembang memiliki delapan BUMD.

Pimpinan Komisi 2 DPRD Rembang Dumadiyono menyampaikan data delapan BUMD termasuk setoran devidennya.

Berdasarkan data yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, Setoran deviden tertinggi diberikan oleh PT BPD Jawa Tengah Cabang Rembang senilai Rp 9,4 miliar.

Selanjutnya, diikuti PT BKK Lasem sejumlah Rp 1,290 miliar.

Sementara, setoran BUMD-BUMD lainnya, seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) senilai Rp 639 juta, Bank Pasar Rp 167 juta, PT Aneka Rembang Rp 142 juta, dan BKK Kaliori sejumlah Rp 108 juta.

Sementara, untuk PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) dan PT Rembang Migas Energi (RME) tidak menyetorkan deviden.

Sehingga jika ditotal, deviden dari BUMD yang masuk sekitar Rp 11,843 miliar.

Menurut Dumadiyono, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari harapan. "Ini hasil data 2024, devidennya. Jauh di bawah harapan kami," katanya. (adr/vah)

Editor : Ali Mustofa
#bumd rembang #rembang #pati #dividen BUMD #BUMD Pati