REMBANG - Keberadaan pabrik rokok di Kabupaten Rembang makin berkembang.
Tidak hanya di satu kecamatan namun sudah meluas. Setelah Rembang kota, minat investasi sudah berjalan di Kecamatan Sulang.
Di desa Landoh pengembangan pabrik rokok sudah tumbuh. Selain di utara kawasan pasar Rembang dan lingkar kota Tireman atau Soklin. Iapun menawarkan bagaimana perusahaan-perusahaan lainnya berivestasi di Kabupaten Rembang.
Harno memberikan lampu hijau. Dalam sarasehan petani di halaman Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanppan) menginginkan salah satu perusahaan (PT. HM. Sampoerna) menyusul. Bisa sama-sama mendirikan pabrik rokok di kota garam.
Bupati Rembang Harno mengatakan perlunya PT. HM Sampoerna mendirikan pabrik rokok di Rembang.
Karena PT. Sadhana Arifnusa sudah mempunyai lahan dan bermitra dengan petani di daerah yang dipimpinya.
”Kami masyarakat Rembang siap membantu. Mau butuh tempat berapa hektare, dimana,” imbuhnya.
Ia berharap apabila PT. Sampoerna bisa mendirikan pabrik di ujung timur Pantura Jawa Tengah, maka akan mengurangi pengangguran dan menambah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau yang akan masuk.
Kepala Dintanpan Rembang, Agus Iwan Haswanto menerangkan produksi tembakau pada 2024 mencapai 15.368 ton dengan luasan 7.200 hektar. Di 2025 target luas tanam 8 ribu hektar dengan provitas 2 ton per hektar.
Potensi ekonominya 16.000 ton kali Rp 40.000 jika dikonversi Rp 640 Milyar. Setara seperempat APBD kita,” bebernya.
Agus Iwan menyebutkan produksi tembakau di Rembang tertinggi ke-2 di Jawa Tengah setelah Kabupaten Temanggung.
Hanya saja produksi tembakau di Rembang menurut Agus Iwan terkendala musim, sudah tidak ada bantuan modal dari mitra, pengadaan pupuk ZA dan ZK tidak masuk subsidi. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya