REMBANG – Kirab budaya kemarin berlangsung semarak di desa Woro, Kecamatan Kragan. Ada prosesi kirab tumpeng dalam tradisi kebudayaan tersebut. Acara ini digelar dalam rangka sedekah bumi dan haul mbah Seto.
Acara berlangsung pagi hingga siang hari. Mulai pukul 08.00 sampai sekira 10.30. acara menyedot perhatian masyarakat.
Suasana khas di desa Woro menciptakan pengalaman yang istagramble. Dijadikan konten menarik di media sosial.
Kades Woro, Shofwan menyampaikan sedekah bumi dan haul mbah Seto setiap tahun diadakan event seperti kirab budaya.
Ada arak-arakan tumpeng. Selain ada kegiataan keagamaan berupa pengajian serta budaya mulai ketoprak hingga tayub dengan jadwal berbeda.
”Setiap tahun digelar di bulan selo,” kata Kades Shofwan kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin (9/5).
Kirap tumpeng menempuh jarak sekira 1,5 kilo. Start dari balai desa menuju makam atau punden setempat. Adapun yang dikirab berupa aneka hasil bumi dari daerah perbukitan wilayah Rembang timur ini.
Selain itu juga ada tumpeng, untuk kegiatan sadaqoh bumi. Lebih dari 500 peserta ikut partisipasi dalam kegiataan kirab tersebut. Mereka dengan penuh semangat berjalan kaki sembari memandu hasil bumi.
”Semua ikut partisipasi. Mulai Pemdes, serta semua RW, anak sekolah hingga perguruan silat kita libatkan,” terangnya.
Di desa Woro ada 4 perguruan silat. Setiap event-event organisasi tersebut di ikutsertakan dalam berbagai kegiatan.
Sekaligus memasyarakatkan olahraga, memperkokoh persatuan dan pembangunan, serta melestarikan dan mempopulerkan budaya asli Indonesia.
Lewat event kirab tumpeng yang digelar tersebut dalam rangka pendidikan terutama anak-anak untuk mengetahui budaya di desa.
Biar nantinya agar tidak punah. Even itu bukan hanya tentang budaya dan keagamaan, sekaligus juga tentang kebersamaan, kerukunan, gotong royong.
”Puncaknya pengajian. Tapi rangkaian acara selanjutnya ada kegiatan seni, tayub dan ketoprak tetapi kegiatanya berbeda,” imbuhnya. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya