KETUA KADIN REMBANG ARIFIN
Tunda Ekspor hingga Atur Efisiensi Produksi
REMBANG - Rencana kenaikan tarif impor yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat memberikan dampak terhadap usaha furnitur dan perikanan di Rembang.
Pelaku usaha pun menunda pengiriman sampai ada kejelasan. Selain itu juga perlu berpikir untuk menciptakan pasar-pasar baru.
Sebagaimana yang tersiar di berbagai pemberitaan, pemerintah Amerika berencana menaikkan tarif impor. Indonesia juga akan terdampak.
Rencana kebijakan tersebut sudah dirasakan oleh pengusaha di Rembang. Diantaranya adalah sektor furnitur dan perikanan.
Hal ini diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Rembang Arifin. Saat ini, para pelaku usaha yang melakukan pengiriman barang ke negeri Paman Sam itu harus menanti kepastian tarif.
Ia mengungkapkan, pengusaha perlu mengambil langkah untuk mensikapi ini. Arifin yang juga sebagai pelaku usaha furnitur itu berpendapat perlu mengambil langkah efisiensi produksi agar nilai jual barang bisa lebih kompetitif.
Pria yang baru saja terpilih sebagai Ketua KADIN itu memperkirakan, apabila kenaikan tersebut terjadi, awal penerapan kebijakan ini akan menimbulkan "shock" bagi pengusaha.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Eropa Second Rp50 Jutaan, Berkelas dengan Mobil Bekas
Meski begitu, ia optimistis roda penjualan akan tetap berjalan setelah para pelaku usaha bisa merumuskan efisiensi produksi.
Sementara ini, pihaknya memang menunda untuk mengirimkan produk ke Amerika sampai mendapatkan kepastian mengenai tarif.
Sebagai pelaku usaha, Arifin merasakan kendala memasarkan produk ke Amerika bukan pertama kali ini.
Bahkan, saat ini dia memiliki stok barang "nganggur" dua kontainer yang rencana dikirimkan ke negeri paman sam.
Namun belum juga diambil. Arifin mengaku, fokus perusahaannya masih menyasar pasar Eropa, Australia, dan Jepang.
"Jadi Amerika bukan main customer (pelanggan utama) kami. Kami ada customer Amerika. Cuman Amerika bukan hanya ini.
Kami punya stok dua kontainer sudah dua tahun lebih tidak diambil. Mereka (pelanggan Amerika) alasannya stoknya masih banyak di sana," jelasnya.
Bagi dia, pasar bukan hanya Amerika. Sehingga pengusaha perlu menciptakan pasar-pasar baru. Sebagai Ketua KADIN, dia juga menerima keluhan serupa pada usaha sektor perikanan.
"Kami tetap harus survive, caranya tetap tawarkan produk berkualitas dengan harga yang kompetitif itu," ungkapnya. (vah)
Editor : Mahendra Aditya