Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragis! Niat Mancing di Embung, Bocah SD di Rembang Tewas Tenggelam Setelah Terpeleset

Wisnu Aji • Kamis, 17 April 2025 | 23:16 WIB
SHOCK: Orang tua  korban anak tenggelam shock saat berada di  lokasi embung Warugunung.
SHOCK: Orang tua korban anak tenggelam shock saat berada di lokasi embung Warugunung.

REMBANG, Radar Kudus – Kejadian tragis menimpa seorang bocah SD di Kabupaten Rembang.

Bermaksud memancing bersama teman-temannya, seorang siswa kelas V malah tenggelam dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Embung Warugunung, Kecamatan Pancur, pada Senin (15/4) sore.

Korban diketahui bernama Zaki, warga Desa Jalatundo, Kecamatan Lasem. Ia berangkat memancing bersama tiga temannya ke embung yang saat itu memiliki kedalaman air antara 3 hingga 5 meter.

Namun nahas, saat tengah bermain di sekitar tepi embung, Zaki terpeleset dan tercebur ke dalam air.

Baca Juga: Bayi Laki-laki Baru Lahir Ditelantarkan di Depan Pabrik di Kalinyamatan Jepara, Isi Surat Orang Tuanya Bikin Geleng Kepala

Saksi Dengar Teriakan, Korban Hilang Seketika

Salah satu saksi mata, Yasmin, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, mengaku mendengar suara teriakan anak-anak yang meminta tolong sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika ia mendekat ke arah embung, korban sudah tidak terlihat.

“Ada anak-anak teriak-teriak. Saya dekati, ternyata satu anak sudah hilang di dalam embung. Mereka ada empat orang, semuanya warga Gembris, Jalatundo, Lasem.

Korban namanya Zaki, masih kelas lima SD,” ujar Yasmin saat dimintai keterangan oleh relawan di lokasi.

Setelah itu, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat dan tim penyelamat.

SHOCK: Orang tua  korban anak tenggelam shock saat berada di  lokasi embung Warugunung.
SHOCK: Orang tua korban anak tenggelam shock saat berada di lokasi embung Warugunung.

Proses Pencarian Libatkan BPBD, Basarnas, dan Warga

Mendapat laporan, tim gabungan dari Basarnas, BPBD Rembang, serta relawan PMI dan warga segera diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Relawan PMI, Shofi Ahmad Husnan, menjelaskan bahwa informasi pertama diterima pukul 13.47, dan tim langsung meluncur ke lokasi.

“Saat sampai, sudah banyak petugas dari TNI, Polri, dan warga yang berkumpul. Kedalaman embung sekitar tiga sampai lima meter. Proses pencarian dilakukan dengan penyelaman,” terangnya.

Setelah lebih dari dua jam pencarian, jasad Zaki akhirnya ditemukan pada pukul 16.05 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Orang Tua Korban Syok Berat

Korban diketahui merupakan siswa SDN 2 Sumbergirang dan anak dari pasangan Teguh (seorang sopir) dan Sri (ibu rumah tangga). Saat kejadian, kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumah.

Kabar duka ini membuat orang tua korban syok berat ketika tiba di lokasi. Suasana di sekitar embung pun berubah haru, dengan tangis keluarga dan warga yang turut berduka.

Baca Juga: Tragis! Rumah di Blora Ludes Dilalap Api, Diduga Korsleting Listrik Saat Ditinggal Pemilik

Polisi Benarkan Kejadian, Diduga Terpeleset

Kapolsek Pancur, Iptu Ali Nurmukit, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, korban bersama tiga temannya sedang memancing, lalu diduga terpeleset dan tenggelam.

“Informasi awal, mereka berempat sedang mancing. Salah satu anak terpeleset dan langsung tenggelam. Teman-temannya langsung mencari pertolongan warga sekitar,” jelasnya.

Ia menambahkan, lokasi embung memang cukup dekat dengan permukiman warga di jalur menuju Desa Criwik, namun karena jaraknya dari rumah tidak terlalu dekat, pertolongan pun terlambat datang.

Imbauan Warga Jaga Anak dan Akses ke Lokasi Rawan

Kepala Desa Warugunung, Mohammad Ridwan, yang juga mengonfirmasi kejadian tersebut, meminta masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat musim hujan di mana volume air embung meningkat drastis.

“Kami imbau agar anak-anak tidak bermain di lokasi rawan seperti embung, terlebih tanpa pengawasan orang tua,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan anak di area berbahaya, serta perlunya pengamanan di sekitar embung atau waduk yang sering dijadikan tempat bermain anak-anak.(noe)

Editor : Mahendra Aditya
#memancing #terpeleset #rembang #siswa kelas V SDN 2 Sumbergirang #anak tenggelam #embung Warugunung