REMBANG – Ratusan anggota pencak silat Pagar Nusa mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Rembang, kemarin.
Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap salah satu anggota mereka yang tengah menjalani proses hukum.
Massa terlihat berkerumun di depan kantor PN Rembang sejak siang hari. Mereka mengawal jalannya sidang kasus dugaan kekerasan yang melibatkan dua anggota perguruan silat.
Baca Juga: Live 8 Besar Piala Asia U-17 2025: Indonesia vs Korea Utara
Pelaku diduga berasal dari Pagar Nusa, sementara korban disebut-sebut anggota IKSPI Kera Sakti.
Damanhuri, Ketua PAC Pagar Nusa Kecamatan Sarang, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap anggotanya terjadi sekitar tiga bulan lalu.
Aksi solidaritas kemarin dilakukan untuk menuntut kejelasan hukum atas kasus tersebut.
“Kami datang untuk mengawal dulur kami yang hari ini (kemarin) menjalani sidang, sampai ada kejelasan.
Secara hukum kami tertib dan mengikuti proses yang berlaku. Yang terpenting adalah kejelasan terkait masalah yang menimpa saudara kami,” ujarnya.
Ia berharap proses hukum bisa berjalan secara terbuka dan transparan. “Ini baru pertama kali diproses, dan baru sidang hari ini,” tambahnya.
Baca Juga: Janjikan Masuk PDAM, Mantan Pegawai Tipu Korban hingga Ratusan Juta
Sementara itu, Sunardi, Ketua IKSPI Kera Sakti Cabang Rembang, menyatakan bahwa korban yang merupakan anggotanya sempat mengalami luka-luka saat kejadian.
Pihaknya telah mengarahkan agar kasus ini sepenuhnya diserahkan pada proses hukum.
Menurutnya, peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Februari lalu, bertepatan dengan momen ulang tahun perguruan.
Insiden terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dari acara tersebut.
Sunardi berharap seluruh perguruan silat di Kabupaten Rembang dapat menjaga situasi tetap kondusif dan aman.
“Rembang yang saya harapkan adalah Rembang yang kondusif dan aman,” tegasnya. (vah)
Editor : Mahendra Aditya