REMBANG – Gema peringatan Hari Kartini tahun 2025 di Kabupaten Rembang tetap berlangsung meskipun tanpa agenda kirab pataka seperti tahun-tahun sebelumnya.
Serangkaian kegiatan digelar mulai dari ziarah ke makam RA Kartini, malam tirakatan, upacara, hingga lomba memasak dan Adhi Busono.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Mutaqin, mengatakan bahwa momentum April tetap dimaknai oleh warga Rembang sebagai penghormatan kepada pahlawan emansipasi wanita, RA Kartini, yang dimakamkan di daerah tersebut.
Baca Juga: Air Terjun Banyu Anjlok: Surga Tersembunyi di Somosari, Pilihan Wisata Air yang Masih Asri
“Kita tetap bersinergi dengan berbagai stakeholder, meskipun tidak digelar secara besar-besaran karena ada penyesuaian efisiensi, termasuk kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dalam pelaksanaan beberapa agenda,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Salah satu agendanya adalah ziarah ke makam RA Kartini, yang dijadwalkan pada Kamis, 17 April 2025 pukul 09.00 WIB.
Peserta ziarah terdiri dari unsur Forkopimda, asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, perwakilan instansi/BUMN/BUMD, organisasi wanita seperti PKK, Dharma Wanita, Persit, Bhayangkari, GOW, serta tokoh masyarakat dan warga sekitar makam.
Kemudian pada Minggu malam, 20 April 2025, akan digelar malam tirakatan, tahlil, dan wungon yang bertempat di Museum RA Kartini, mulai pukul 20.00 hingga 00.00 WIB. Acara ini akan diikuti oleh jajaran Dinbudpar dan Permadani.
Lalu, pada Senin, 21 April 2025, akan dilaksanakan upacara peringatan Hari Kartini di Pendopo Museum RA Kartini pukul 08.00–10.00 WIB.
Seluruh peserta dan undangan diminta mengenakan pakaian nasional berupa beskap atau kebaya.
Baca Juga: Grobogan Jadi Salah Satu Rute Kereta Api Jarak Pendek Favorit Buat Pemudik Lokal, Ini Alasannya
Peserta VIP meliputi Forkopimda, anggota Komisi V DPR RI, Kepala BI Jateng, asisten, staf ahli, perwakilan instansi, perguruan tinggi, dan organisasi wanita.
Selain itu, akan digelar ramah tamah bersama Bank Indonesia serta berbagai lomba, termasuk lomba memasak yang pesertanya merupakan perwakilan dari OPD, kecamatan, dan organisasi wanita.
Juga ada lomba Adhi Busono, dengan peserta dari istri kepala OPD, istri camat, serta perwakilan organisasi wanita.
“Tahun ini tidak ada kirab pataka Kartini. Sebagai gantinya, diadakan sarasehan, penyerahan simbolis, dan kegiatan yang memeriahkan nilai-nilai ngadi saliro dan ngadi busono,” imbuh Mutaqin.
Sebagai bagian dari kerja sama dengan BI, juga dilakukan penyerahan simbolis kepada para pengrajin batik di Kabupaten Rembang.
Fokusnya adalah pengembangan warna alami batik Lasem, dengan dukungan berupa tanaman indigofera dan mengkudu untuk menghasilkan warna merah alami khas batik Lasem. (noe)
Editor : Mahendra Aditya