REMBANG – Pembangunan Alun-alun Rembang dan Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini besar kemungkinan akan tertunda lagi tahun ini.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
Pembangunan alun-alun dan TRP Kartini memang sudah direncanakan beberapa tahun lalu. Sudah ada sejak masa kepemimpinan bupati periode sebelumnya.
Alun-alun Rembang memang sudah ada penataan bertahap. Pada renovasi tahap pertama, sudah ada sejumlah pengerjaan, seperti penggantian tiang lampu hias dan pot-pot tanaman.
Dengan adanya penataan alun-alun tersebut, juga ada rencana merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Alun-alun Rembang ke TRP Kartini yang juga akan direnovasi.
Sayangnya, sampai dengan saat ini rencana tersbeut belum terealisasi. Bahkan, tahun ini pun besar kemungkinan akan gagal lagi.
Sebab, Pemkab Rembang perlu menyesuaikan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) agar tidak defisit.
Pemkab perlu melakukan pergeseran anggaran untuk menutup kekurangan sekitar Rp 200 miliar, karena pada postur APBD 2025 masih ada sejumlah pos yang belum terisi penuh.
Bupati Rembang Harno menyampaikan, saat ini sudah ada pembahasan APBD antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Rembang.
Hanya, pihaknya belum bisa membeber kegiatan mana saja yang akan dirasionalisasi.
Meski begitu, Harno menyebut, rencana pembangunan Alun-alun Rembang dan Taman Kartini akan ditunda terlebih dahulu. ”Itu termasuk pending," ujarnya.
Saat ini, pemkab dan DPRD juga masih memilah-milah pos-pos mana saja yang akan dirasionalisasi.
Bupati menjelaskan, pertemuan antara TAPD dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Rabu (9/4) lalu, bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang kondisi riil keuangan daerah.
”Biar tidak terjadi bahasa bola liar. Agar tidak terjadi bola ini ke sana ke mari, maka TAPD bertemu Banggar untuk mensinkronkan, menyamakan persepsi," imbuhnya. (vah)
Editor : Ali Mustofa