REMBANG – Mantan Sekda Rembang, Subakti tutup usia Kamis lalu (10/4). Warga dukuh Layur, Desa Gedongmulyo, Lasem meninggal karena sakit gula. Dengan usia saat ini 64 tahun lebih 7 bulan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus hingga Jumat (11/4) di rumah duka masih dipenuhi orang-orang takziyah.
Mulai kalangan apatur sipil negara (ASN) Pemkab Rembang, pensiunan, kerabat, sahabat serta tetangga.
Sebelumnya Kamis malam ada mantan Bupati Abdul Hafidz hingga Sekda Rembang, Fahrudin hadir langsung memberikan penghormatan terakhir.
Juga terpantau jumat pagi ada rombongan dari Brimob Polda Jateng hingga kalangan BUMN Semen Gresik.
Termasuk ada beberappa teman masa sekolah almarhum.
Selain orang taksiyah, karangan bunga duka cita berjejer sepanjang jalan.
Ada ucapan duka dari Bupati Rembang dan Wakil Bupati Rembang, Harno dan Mochamad Hanies Cholil Barro’, Sekda Fahrudin.
Anak mantu almarhum Subakti, Maryono dari anak pertama Amelia Pawestri Septianti menyampaikan bapaknya sakit hingga dirawat di RSUD dr R Soetrasno sudah setahun terakhir. Sakit gula.
Menginap sekitar 5 hari. Setelah itu dibawa pulang, rawat jalan.
”Berjalan hingga ini bapak sakit sekadar kecapekan. Untuk riwayat jantung juga tidak ada,” kata Maryono kepada Jawa Pos Radar Kudus, Jumat (11/4).
Bapaknya menjalani aktifitas normal. Lebaran sempat ke rumah besan di Bulu, Mantingan.
Lalu lebaran 3 ada reuni bersama keluarga di Semarang. Kondisinya masih sehat.
Pertengahan puasa banyak tinggal rumah anak-anak di Rembang dibandingkan rumah Lasem.
”Pulang ke Lasem baru 3 hari lalu. Malam ke-3 bapak mendadak terus tidak ada,” terangnya.
Sebelum meninggal Subakti sempat batuk berdahak namun tidak bisa keluar. Kemungkinan besar meninggal di rumah.
Sempat dilarikan menuju RSUD dr R Soetrasno Rembang sekira pukul 16.00 sore lebih, sampai di instalasi gawat darurat (IGD) sudah dinyatakan meninggal. (noe)
Editor : Ali Mustofa