REMBANG – Belum usai aksi pembacokan dua orang di wilayah Kecamatan Kaliori, Sabtu malam, (6/4).
Pada Minggu malam, (7/4) dikabarkan ada aksi pembegalan di Jalan Mojorembun, Kaliori.
Namun peristiwa ini oleh kades setempat dipastikan kabar tidak benar alias hoax.
Kabar pembegalan ini diunggah di akun Facebook milik Hesti Puspita.
Dalam unggahan Hesti mengaku jika suaminya usai dibegal orang saat melintas di jalan Jerembun, Kaliori.
Ia juga menyebutkan jika pelaku dua orang berboncengan naik motor Honda Beat tiba-tiba menghadang suaminya kemudian meminta tas yang dibawa.
Karena pelaku membawa celurit sang suami tak berani melawan dan memilih menyerakan tas bersama isinya.
Sejak diunggah pukul 18.00, unggahan tersebut telah dilihat 129 orang dan dibagikan 39 orang.
Suyanto Kades Mojorembun, Kaliori, saat dikonfirmasi mengatakan jika kabar tersebut tidak benar.
”Kalau pembacokan kui bener (kejadian Sabtu Malam). Tapi nek pembegalan kui hoax,” tegas Kades melalui pesan singkat.
Ia juga menyebutkan jika pengunggah hanya mencari eksis di media sosial.
”Kemungkinan hanya numpang eksis,” tambahnya.
Sementara AKP Saefudin Kapolsek Kaliori hingga kemarin mengaku belum menerima adanya laporan masuk terkait insiden tersebut.
”Tidak tahu. Sampai sekarang belum ada laporan masuk ke Polsek Kaliori,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Saefudin tidak menampik adanya desas desus tersebut.
Namun janggalnya hanya yang diminta hanya tas, sementara masih ada barang berharga lainnya yang kebetulan tidak dibawa. Hal itu memunculkan banyak spekulan.
”Himbauan saya agar korban lapor resmi di kepolisian agar polisi bisa menindak lanjuti kabar adanya begal di wilayah Kaliori,” ujarnya.
Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu liar di media sosial yang bisa membuat resah. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa