REMBANG – 914 hektare sawah sempat terendam banjir Sabtu lalu (22/3). Lahan tersebar di enam kecamatan, yakni Sedan, Sluke, Kragan, Sarang, Lasem, dan Pancur.
Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang memastikan tidak ada puso atau gagal panen.
Demikian petani yang memiliki sawah di tepi sungai menghadapi tantangan tambahan akibat masuknya sampah ke area persawahan.
Hal ini menyebabkan petani harus mengeluarkan tenaga dan biaya ekstra untuk membersihkan lahan sebelum kembali bercocok tanam.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dintanpan Kabupaten Rembang, Fajar Riza Dwi Sasongko, menjelaskan banjir akhir pekan lalu tidak sampai puso.
Kondisi padi di area tersebut masih dapat diselamatkan.
”Karakteristik banjir di Rembang hanya lewat saja. Tanaman padi hanya terendam sebentar dan tidak sampai terendam sepenuhnya berhari-hari, seperti yang terjadi di Demak, Kudus, dan Pati serta Grobogan,” jelas Fajar.
Dampak banjir padi hanya roboh. Tidak sampai merobohkan keseluruhan.
Atau roboh lebih dari 3 hari sampai bulir yang jadi menyebabkan kualitas gabah rusak. Kemarin yang terendam siap panen dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Sementara itu, sebagian kecil padi yang baru ditanam sekitar dua minggu sebelum banjir juga masih dalam kondisi baik.
”Padi yang roboh dan sempat terendam banjir diikat oleh petani," ujar Fajar.
"Sementara yang sudah layak panen langsung dirit sendiri sehingga tidak sampai merusak kualitas,” lanjutnya. (noe)
Editor : Ali Mustofa