ANINDITA Kusuma Wardhani sudah mengenalkan permainan tradisional sampai Malaysia di usianya yang masih remaja. Siswi SMPN 5 Rembang itu baru saja menjadi volunteer di sana.
Dita -sapaan akrabnya- memang ingin menjadi volunteer untuk memperluas pengalamannya. Sebelumnya ia juga aktif mengikuti berbagai lomba akademik.
Sehingga, jika bergabung dalam volunteer ini diharapkan juga mampu untuk meraih prestasi.
Ia bilang, mendapatkan informasi rekrutmen voluneteer tersebut dari sosial media.
Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum dinyatakan lolos. Mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga pengumuman.
"Waktu itu lagi di kamar, scrol ig (instagram). Terus ada postingan tentang volunteer ke luar negeri," katanya.
Saat berada di Malaysia, ia mendapat tugas untuk mengajar siswa-siswa yang setara sekolah dasar, yang berada di sekolah non formal.
"Volunteer ngajar adik-adik SD yang sekolah non formal. Aku di Malaysia ngajarin adek-adek dari kelas V sampai kelas VI," katanya.
Dia sana, Dita juga mensosialisasikan Pancasila, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ia bersama timnya juga mengajarkan permainan tradisional. Seperti bola bekel, cublak-cublak suwung, hingga ular naga.
"Materinya ada dua. Materi akademik sama non akademik. Buat materi akademiknya tentang Pancasila, pentingnya Pancasila dan penerapannya sehari-hari. Lalu untuk non Akademik aku ngajarin permainan tradisional. Aku sama tim ku membawa bekel, nyanyi cublak suwung sama ular naga," kata siswi kelahiran 2009 silam itu.
Menurutnya, anak-anak di sana aktif dan antusias. Dita mengaku tidak terkendala dalam bahasa.
Sebab, kebanyakan anak-anak di sana sudah mengerti Bahasa Indonesia. "Anak-anak di sana aktif. Suka dapat hadiah. Kebanyakan di sana ngerti kok Bahasa Indonesia," katanya. (vah)
Editor : Noor Syafaatul Udhma