Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masjid Al-Ishlah Kragan, Rembang: Perpaduan Arsitektur Jawa-China Jadi Simbol Harmoni Budaya dan Sejarah

Wisnu Aji • Minggu, 9 Maret 2025 | 22:40 WIB
MEGAH: Bentuk unik Masjid Al-Ishlah, Kragan, arsitekturnya memadukan arsitektur Cina dan Jawa.
MEGAH: Bentuk unik Masjid Al-Ishlah, Kragan, arsitekturnya memadukan arsitektur Cina dan Jawa.

RADAR KUDUS – Masjid Al-Ishlah di Desa Kragan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, menjadi sorotan karena keunikan arsitekturnya yang memadukan gaya Jawa dan China.

Masjid yang telah berdiri sejak abad ke-18 ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol harmoni budaya dan sejarah yang kaya.

Baru-baru ini, masjid ini meraih penghargaan Juara 1 Nasional Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) 2024, menegaskan posisinya sebagai salah satu masjid terbaik di Indonesia.

Baca Juga: Masjid Menara Kudus: Bukti Akulturasi Budaya Hindu-Islam yang Tetap Kokoh Sejak Abad ke-16!

Sejarah dan Arsitektur Unik Masjid Al-Ishlah

Masjid Al-Ishlah dibangun pada 24 Muharam 1278 H atau sekitar 2 Agustus 1861, atas perintah Bupati Rembang saat itu, Kanjeng Rahadiyan Adipati Aryo Condrodiningrat. Prasasti yang masih terpelihara dengan baik di halaman masjid menjadi saksi sejarah panjangnya.

Awalnya, masjid ini dibangun dengan gaya Joglo khas Jawa, namun setelah pemugaran besar-besaran pada tahun 2005-2014, masjid ini mengalami transformasi dengan sentuhan arsitektur China.

Perpaduan ini terlihat dari ukiran khas Nusantarawarna-warna mencolok, dan desain kubah yang unik. Meski demikian, ruang utama masjid tetap mempertahankan ciri khas Jawa sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah.

MEGAH: Bagian dalam Masjid Al-Ishlah, Kragan.
MEGAH: Bagian dalam Masjid Al-Ishlah, Kragan.

Fasilitas Lengkap dan Ramah Pengunjung

Masjid Al-Ishlah tidak hanya megah dari segi arsitektur, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas modern yang memadai:


Prestasi Nasional Masjid Al-Ishlah

Pada tahun 2024, Masjid Al-Ishlah berhasil menyabet gelar Juara 1 Nasional Anugerah Masjid Percontohan dan Ramah (AMPeRa) 2024.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi takmir masjid dan warga sekitar dalam mengelola masjid dengan baik.

H. M. Sa’dun Daaim, Ketua Takmir Masjid Al-Ishlah, menjelaskan bahwa masjid ini tidak pernah sepi dari aktivitas keagamaan dan sosial.

"Masjid Al-Ishlah sudah lama terkelola dengan baik oleh takmir dan melibatkan warga sekitar. Masjid ini tak henti mengadakan aktivitas setiap hari," ujarnya.

MENGAJI: orang sedang mengaji di dalam Masjid Al-Ishlah, Kragan.
MENGAJI: orang sedang mengaji di dalam Masjid Al-Ishlah, Kragan.

Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Moh. Mukson, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, mengapresiasi prestasi masjid ini.

"Masjid Al-Ishlah sangat dinamis dan responsif terhadap berbagai perubahan, baik kondisi masyarakat, kegiatan keagamaan, hingga penyesuaian terhadap teknologi," ungkapnya.

Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar menjadi kunci keberhasilan masjid ini dalam meraih penghargaan nasional.

Selain itu, masjid ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sebuah tempat ibadah dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya yang inklusif.


Kesimpulan

Masjid Al-Ishlah Kragan tidak hanya menjadi kebanggaan warga Rembang, tetapi juga simbol harmoni budaya dan sejarah yang menginspirasi.

Dengan arsitektur unik, fasilitas lengkap, dan prestasi nasional, masjid ini layak dikunjungi sebagai destinasi religi dan wisata budaya.

Jadi, siap menjelajahi keindahan dan sejarah Masjid Al-Ishlah Kragan? Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer spiritual dan budaya yang memukau! (noe)

Editor : Mahendra Aditya
#masjid #jelajah masjid #Masjid Al Ishlah rembang #gaya arsitektur #rembang #Masjid Al Ishlah #Masjid bersejarah