REMBANG – Kebahagiaan terpancar dari wajah warga Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Rembang.
Setelah hampir tiga tahun menanti kejelasan, mereka akhirnya menerima uang ganti untung atas lahan yang terdampak proyek pembangunan Embung Kaliombo.
Proses pelepasan hak dan pemberian kompensasi tahap kedua ini melibatkan 16 bidang tanah milik warga.
Salah satu penerima terbesar adalah Nyovalia, yang menerima Rp1,5 miliar lebih atas lahannya seluas 7.957 meter persegi.
“Alhamdulillah, akhirnya cair. Saya sudah lega,” ujar Nyovalia saat ditemui di Balai Desa Kaliombo, Rabu (6/3).
Ia mengaku akan menggunakan dana tersebut untuk membeli tanah baru sebagai investasi dan menabung untuk pendidikan anaknya yang masih balita.
Sebagian besar warga penerima kompensasi menyatakan akan menggunakan uang tersebut untuk keperluan yang produktif, seperti membeli lahan baru, memperbaiki rumah, hingga menabung di bank agar lebih aman.
Total Rp12,4 Miliar Dicairkan untuk 16 Bidang Tanah
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Rembang, Muh. Nurdin, menjelaskan bahwa pemberian ganti untung tahap kedua ini mencakup total 16 bidang tanah dengan luas sekitar 6,65 hektare.
Dana yang disiapkan untuk tahap ini mencapai Rp12,4 miliar, bersumber dari APBD Kabupaten Rembang.
“Verifikasi data sudah dilakukan sejak tahun 2022. Alhamdulillah, semua penerima telah menyepakati ganti untung ini dan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” jelas Nurdin.
Sebelumnya, pada tahap pertama, Pemkab Rembang telah mengalokasikan Rp18,9 miliar untuk pembebasan 47 bidang tanah dengan luas total 9,97 hektare.
Dengan selesainya tahap kedua ini, proyek pembangunan Embung Kaliombo diharapkan segera terealisasi guna meningkatkan ketersediaan air dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Bupati Rembang: Gunakan Uang dengan Bijak
Bupati Rembang, Harno, yang turut hadir dalam penyerahan simbolis ganti untung, mengimbau warga untuk menggunakan dana tersebut secara bijak.
“Kalau bisa, sebagian uang ditabung di bank pembangunan daerah (BPD), atau digunakan untuk keperluan produktif seperti membeli tanah lagi. Jangan dihamburkan untuk sesuatu yang tidak berguna,” pesan Harno.
Harno juga menjelaskan bahwa proyek embung ini sempat mengalami kendala administrasi di tingkat pusat.
Namun, ia bersama anggota Komisi V DPR RI, Harmusa, telah melakukan koordinasi langsung ke Dirjen PU agar proyek ini dapat masuk dalam anggaran perubahan 2025.
“Harapan kita, jika semuanya berjalan lancar, pembangunan embung bisa segera dimulai tahun depan,” imbuhnya.
Manfaat dan Tantangan Proyek Embung Kaliombo
Embung Kaliombo diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan air di wilayah Rembang, terutama dalam mengatasi kekeringan saat musim kemarau dan mengoptimalkan irigasi bagi petani.
Namun, proyek ini juga menimbulkan tantangan tersendiri, salah satunya adalah proses pembebasan lahan yang cukup panjang.
Selain itu, ada kekhawatiran bahwa sebagian warga yang menerima ganti untung dalam jumlah besar dapat tergoda untuk membelanjakan uang secara tidak bijak.
Pemerintah daerah pun terus mengedukasi warga agar memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan jangka panjang.
Dengan selesainya pembayaran ganti rugi tahap kedua, kini tinggal menunggu realisasi pembangunan embung yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Semoga proyek ini berjalan lancar dan benar-benar membawa manfaat bagi warga Kaliombo dan sekitarnya. (noe)
Editor : Mahendra Aditya