Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Lagi Dihadirkan di Atas Panggung, Kini Festival Thong-thonglek di Rembang Digelar Keliling

Wisnu Aji • Rabu, 26 Februari 2025 | 18:42 WIB

 

TAMPIL MAKSIMAL: Para seniman Rembang tampil saat acara thong-thonglek tahun 2024 yang digelar di atas panggung.
TAMPIL MAKSIMAL: Para seniman Rembang tampil saat acara thong-thonglek tahun 2024 yang digelar di atas panggung.

 

REMBANG – Festival thong-thonglek akan digelar secara keliling. Konsep ini akan menggantikan konsep tiga tahun sebelumnya yang digelar secara terpusat di atas panggung.

Kepala pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Mutaqin melalui Esty selaku Sub Koordinator Pengembangan Kebudayaan mengakui jika tiga tahun belakang festival thong-thonglek yang digelar terpusat akan diubah konsep keliling.

Soal waktu pelaksanaan dan teknisnya masih akan digodok.

”Pelaksanaan belum ditentukan. Kami masih menunggu penetapan 1 Ramadan. Ini buat ancang-ancang masyarakat yang ingin ikut serta,” terangnya.

Diakuinya untuk persiapan keliling memang butuh penanganan matang. Mulai dari segi peserta juga segi pembiayaannya.

“Perkembangan akan diinformasikan lebih lanjut. Termasuk nanti juknis dan peraturan. Rencana digelar untuk kategori tradisional, start dari perempatan Jaeni, finish di Stadion Krida,” jelasnya.

Sebelumnya festival thong-thonglek 2024 digelar terpusat di Alun-alun Rembang.

Penyanyi asal Tuban, Jatim Difarina Indra dan Fallden dari desa Kabongan Kidul, Rembang sempat turut memeriahkan acara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Mutaqin menyampaikan event thongthonglek sebagai ciri khas budaya lokal Rembang menjadi branding.

Di tahun 2024 pelaksanaannya masih terpusat alias tidak digelar keliling dengan berbagai pertimbangan.

”Untuk musik tidak ada elektrik. Tonjolkan tradisional. Menggunakan alat-alat yang tradisi, seperti kentongan,” terangnya. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
#Dinbudpar #masyarakat #budaya lokal #rembang #kentongan #Thong-Thonglek