REMBANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang telah dimulai.
Dalam pelaksanaan perdana kemarin ditemukan banyak evaluasi mulai kelengkapan alat makan hingga waktu pendistribusian.
Dalam acara peluncuran program MBK, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Sutrisno menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Rembang.
“Program MBK ini diharapkan dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Rembang,” kata Sutrisno.
Program MBK ini akan diselenggarakan di beberapa sekolah di Kabupaten Rembang, termasuk SDN 1 Soditan, Lasem, dan SMPN 1 Sluke.
Program ini akan menyediakan makanan bergizi gratis bagi siswa-siswi di sekolah-sekolah tersebut.
Dalam pelaksanaan program MBK, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterlambatan penyampaian makanan dan kurangnya peralatan makan.
Namun, kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan baik oleh pihak sekolah dan penyedia jasa makanan.
Siswa-siswi yang menerima program MBK menyampaikan bahwa mereka sangat senang dengan program ini.
Mereka merasa bahwa program ini sangat membantu dalam meningkatkan gizi mereka.
“Program MBK ini sangat membantu saya dalam meningkatkan gizi saya,” kata Muhammad Ahsan, siswa kelas 2 SDN 1 Soditan, Lasem.
Kepala Sekolah SDN 1 Soditan, Lasem, Heni Binawati, mengaku bahwa program MBK ini sangat membantu dalam meningkatkan gizi siswa-siswi di sekolahnya.
Namun, ia juga menyampaikan bahwa program ini perlu diatur agar tidak mengganggu jadwal pembelajaran.
Kabid Pembinaan SMP, Isti Choma Wati, menyampaikan bahwa pro gram MBK ini bermanfaat.
Anak-anak penerima manfaat merasakan. Kedepan ada beberapa hal yang perlu dibenahi, seperti penyediaan air minum dan peralatan makan.
Total penerima MBK di Kabupaten Rembang adalah 2.382 siswa.
Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Rembang.(noe/ali)
Editor : Ali Mustofa