REMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diuji coba di Kabupaten Rembang pada Senin (17/2).
Kecamatan Lasem dan Sluke menjadi wilayah pertama yang melaksanakan program ini dengan total 6.500 porsi makanan yang akan dibagikan kepada para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Sutrisno, membenarkan bahwa uji coba MBG akan berlangsung pekan depan.
Menurutnya, persiapan untuk pelaksanaan program ini telah dilakukan secara matang agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Memberikan makanan dalam jumlah besar membutuhkan perencanaan yang matang, terutama dalam hal waktu dan distribusi.
Uji coba awal akan dilakukan di Sluke dan Kragan. Jika berjalan lancar, akan diperluas ke kecamatan lainnya,” ujar Sutrisno saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, Jumat (15/2).
Pemberian makanan akan dilakukan saat jam makan siang, sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, bertepatan dengan jam terakhir pembelajaran.
Program ini menyasar siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
Sebanyak 6.500 porsi makanan disiapkan dalam uji coba ini. Setiap dapur umum ditargetkan mampu menyediakan sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi untuk masing-masing wilayah.
Meski begitu, Dindikpora memastikan tidak akan terlibat langsung dalam pengelolaan dapur umum. Hal ini agar para guru tetap bisa fokus mengajar dan hanya bertugas menerima serta menyajikan makanan kepada siswa.
“Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Makanan bergizi gratis ini akan dibagikan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN),” jelas Sutrisno.
Untuk kelancaran pelaksanaan, koordinasi telah dilakukan dengan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD dan SMP, serta koordinator wilayah (korwil) di kecamatan terkait. Semua pihak diminta bekerja sama agar program MBG dapat berjalan lancar tanpa mengganggu proses pembelajaran.
“Kami optimistis semuanya berjalan sesuai rencana. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat bekerja sama dengan panitia agar distribusi makanan berjalan tertib dan efisien,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah merampungkan pendataan calon penerima program MBG.
Sebanyak 97 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, hingga SMP, telah terdaftar sebagai penerima manfaat program ini.
Data mereka juga telah dimasukkan ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memastikan validitas dan ketepatan sasaran penerima bantuan.
Dengan pelaksanaan uji coba ini, diharapkan program MBG dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan siswa di Rembang serta menjadi langkah awal bagi implementasi yang lebih luas di masa mendatang. (noe)
Editor : Mahendra Aditya