Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Masih Ragu, Hanies Pertimbangkan Kembali Posisi Ketua Umum PSIR

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Sabtu, 8 Februari 2025 | 00:55 WIB

DIJAMU: Bupati dan Wakil Bupati Rembang terpilih Harno dan Mochamad Hanies Cholil Barro’ dijamu makan bersama saat menyambangi heritage Rumah Merah Lasem Rabu malam.
DIJAMU: Bupati dan Wakil Bupati Rembang terpilih Harno dan Mochamad Hanies Cholil Barro’ dijamu makan bersama saat menyambangi heritage Rumah Merah Lasem Rabu malam.

REMBANG – Masa jabatan Muhammad Hanies Cholil Barro sebagai Ketua Umum PSIR segera berakhir.

Namun, hingga kini ia masih mempertimbangkan apakah akan melanjutkan perannya di periode berikutnya atau tidak.

PSIR, klub sepak bola kebanggaan Kabupaten Rembang, saat ini masih berlaga di Liga 4 Jawa Tengah.

Sayangnya, harapan untuk naik kasta musim ini meleset jauh dari target.

Tim berjuluk Laskar Dampo Awang justru harus puas berada di dasar klasemen Grup B Liga 4 Jawa Tengah setelah menelan sembilan kekalahan dari 10 pertandingan yang dijalani.

Hanies tak menampik bahwa kondisi PSIR membutuhkan evaluasi besar-besaran.

Di sisi lain, masa kepemimpinannya sebagai Ketua Umum juga akan berakhir bersamaan dengan selesainya masa jabatannya sebagai Wakil Bupati Rembang periode 2021-2025.

Meski demikian, ia telah dipastikan kembali mendampingi Bupati Harno untuk periode selanjutnya dan dijadwalkan dilantik pada 20 Februari mendatang.

“PSIR memang banyak yang harus dievaluasi, sampean semua juga bisa lihat sendiri. Setelah pelantikan nanti, baru kami akan bahas lebih lanjut evaluasi tim,” ujar Hanies, Jumat (7/2).

Dengan berakhirnya masa kepemimpinannya di pemerintahan, jabatan Ketua Umum PSIR juga akan mengalami pergantian.

Ia berharap kepengurusan yang baru bisa lebih serius dalam menangani PSIR, termasuk dalam hal persiapan tim sejak dini.

Menurutnya, komposisi pemain, pembinaan pemain muda, serta komunikasi dengan sekolah sepak bola (SSB) perlu mendapat perhatian lebih.

Ketika ditanya mengenai peluangnya untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum PSIR, Hanies menegaskan bahwa posisi tersebut bukan hasil pemilihan, melainkan penunjukan langsung dari pemilik klub, yaitu Bupati Rembang.

Namun, ia belum bisa memastikan apakah akan menerima jabatan itu kembali jika ditunjuk.

“Periode saya sebagai ketua umum memang sudah habis seiring dengan pergantian kepemimpinan di pemerintahan.

Soal apakah saya akan kembali menjabat, saya masih pikir-pikir dulu,” katanya.

Ia pun menekankan bahwa siapapun yang nantinya memegang kendali di PSIR harus benar-benar serius dalam membangun tim agar bisa lebih kompetitif di musim mendatang.

Hanies berharap pengelolaan PSIR ke depan bisa lebih baik dan memiliki arah yang jelas, terutama dalam menyiapkan tim lebih matang sejak awal musim.

Sementara itu, sejumlah suporter PSIR berharap ada perubahan signifikan dalam manajemen klub agar tim tidak kembali terpuruk di musim berikutnya.

Mereka menginginkan kepengurusan yang baru nantinya lebih berorientasi pada pengembangan tim jangka panjang, termasuk dalam hal perekrutan pemain dan sistem pembinaan usia muda.

“Kami ingin ada perubahan yang nyata, bukan hanya sekadar wacana.

PSIR harus bangkit dan kembali menjadi tim yang bisa bersaing,” ujar salah satu suporter yang enggan disebutkan namanya.

Dengan berakhirnya masa kepemimpinan Hanies, publik sepak bola Rembang kini menanti keputusan terkait sosok yang akan menakhodai PSIR ke depan.

Apakah Hanies akan tetap bertahan atau klub ini akan mendapatkan pemimpin baru? Semua masih menjadi tanda tanya yang menunggu jawaban. (vah)

Editor : Mahendra Aditya
#Ketua Umum PSIR #psir rembang #rembang #hanies cholil barro'