REMBANG – 63 sekolah di Kabupaten Rembang diusulkan meraih predikat sekolah adiwiyata.
Kabupaten 28 sekolah, provinsi 26 sekolah, nasional 8 sekolah dan mandiri 1 sekolah.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang gencar blusukan sosialisasi hingga pendampingan.
”Kita pendampingan di MAN 2 Rembang,” kata Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Rembang, Rudi Setiawan kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin (5/2).
Persiapan sudah ditindaklanjuti dengan calon sekolah adiwiyata (CSA). Salah satunya CSA kabupaten, DLH sudah sosialisasikan dan pembinaan.
Termasuk pendampingan, Desk Evaluasi penilaian agar mencapai point sesuai tahapannya.
Menurutnya peluang sekolah-sekolah mencapai predikat adiwiyata mandiri di tahun 2026 juga semakin besar.
Setelah delapan sekolah di Kabupaten Rembang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional pada tahun 2024.
Sekolah-sekolah yang meraih penghargaan tersebut adalah SDN Dadapan Kecamatan Sedan, SDN Dorokandang, SDN Selopuro Kecamatan Lasem, SMPN 1 Kragan, SMPN 1 Pamotan, SMPN 1 Pancur, SMPN 1 Rembang, dan SMPN 1 Sumber.
“DLH Rembang siap mendampingi. Hingga predikat itu bisa dicapai sekolah. Untuk menyusul penghargaan Adiwiyata Mandiri yang telah diraih SMPN 1 Lasem, SMPN 3 Lasem dan SMPN 1 Kaliori," ujarnya.
"Harapannya mereka bisa terus mempertahankan momentum ini dan meraih predikat Adiwiyata Mandiri,” harapnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa