REMBANG – Dalam rentang waktu hanya 14 jam, dua insiden kebakaran terjadi di Kabupaten Rembang.
Peristiwa pertama terjadi Senin malam (3/2) di sebuah gudang pengolahan kayu di Kelurahan Tanjungsari, sementara kebakaran kedua melanda sebuah rumah di Desa Langkir, Kecamatan Pancur, pada Selasa siang (4/2).
Dua insiden ini menyebabkan sejumlah kerugian, termasuk hangusnya oven kayu, tumpukan kayu jati, hingga sebuah sepeda motor.
Peristiwa di Desa Langkir menimpa rumah milik Suhariyono, seorang pedagang di Pasar Lasem. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong.
Api diduga mulai berkobar sekitar pukul 12.26 WIB dan pertama kali diketahui oleh keponakan korban, Adi.
"Begitu melihat api membesar, Adi langsung meminta tolong tetangga. Salah satu warga, Sumindar, segera menghubungi pemadam kebakaran," ujar Ahmad Shofi, anggota PMI yang menerima laporan kejadian.
Petugas pemadam kebakaran langsung meluncur ke lokasi pada pukul 12.32 WIB.
Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu oleh korsleting listrik, meski sumber pastinya masih dalam penyelidikan.
Dalam insiden ini, sejumlah barang berharga hangus dilalap api, termasuk sebuah dipan, kasur, dan sepeda motor bekas merek Yamaha Alfa.
Atap rumah bagian kamar tidur juga mengalami kerusakan cukup parah, dengan sekitar 40 persen bangunan terbakar.
Hingga saat ini, pihak terkait masih menghitung total kerugian akibat kebakaran tersebut.
Terpisah, Kepala Bidang Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Erwu Rahadyan, membenarkan bahwa dua kejadian kebakaran dalam waktu singkat tersebut masih dalam proses penanganan.
Menurutnya, kejadian di gudang kayu pada Senin malam diduga akibat kelalaian pekerja.
"Kebakaran di gudang kayu milik Toko Adi Guna terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB.
Petugas langsung membagi dua regu untuk menangani api dari sisi timur dan selatan, karena oven kayu yang terbakar posisinya berada di bagian belakang gudang, dekat dengan rumah warga," terang Erwu.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran bermula dari oven kayu yang ditinggalkan tanpa pengawasan, sehingga api menyambar tumpukan kayu jati di sekitarnya.
Saat dikonfirmasi, anak pemilik gudang, Eddi Soesanto, mengaku tidak mengetahui pasti jenis kayu yang terbakar dan penggunaannya.
Namun, dari pengamatan petugas, kayu yang terbakar menyerupai jenis kayu yang biasa digunakan untuk lantai-lantai rumah.
"Atas kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta. Barang yang terbakar mencakup oven kayu serta tumpukan kayu jati yang baru diolah," pungkas Erwu.
Kedua kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam mencegah kebakaran, baik akibat kelalaian maupun faktor teknis seperti korsleting listrik.
Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik dan sumber api guna menghindari peristiwa serupa di masa mendatang. (noe)
Editor : Mahendra Aditya