REMBANG – Kebakaran hebat melanda rumah Hariadi, warga Desa Ngasinan, Kecamatan Kragan, Rembang pada Kamis (16/1) pukul 09.00 WIB.
Dalam peristiwa itu, uang tunai sebesar Rp 20 juta, sepeda motor, mesin alkon air, serta satu sertifikat rumah hangus tak tersisa. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 70 juta.
Kepala Desa Ngasinan, Hariyanto, menjelaskan bahwa saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong.
“Hariadi sedang berada di luar rumah. Tidak ada orang di dalam saat kejadian. Api tiba-tiba menjalar dengan cepat dan meludeskan seluruh isi rumah,” ungkap Hariyanto saat dikonfirmasi.
Penyebab kebakaran masih menjadi perdebatan di kalangan warga.
Sebagian menduga api berasal dari kompor gas, sementara yang lain menyebutkan kemungkinan korsleting listrik.
Namun, Hariadi menyatakan bahwa semua peralatan listrik telah dimatikan sebelum ia meninggalkan rumah.
“Listrik sempat padam sebentar, lalu menyala kembali. Setelah itu, warga tiba-tiba melihat api sudah berkobar,” tambah Hariyanto. Kondisi di dalam rumah yang penuh dengan tumpukan kayu bakar membuat api cepat membesar.
Warga setempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Mereka bahkan merobohkan rumah untuk mencegah agar tidak menjalar ke bangunan lain.
Erwin Rahadyan, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, melaporkan bahwa tim pemadam tiba di lokasi pukul 10.20 WIB setelah menerima laporan pada pukul 09.29 WIB.
“Pemadaman selesai pada pukul 11.28 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Dua ekor sapi yang ada di rumah berhasil diselamatkan, namun sepeda motor, uang tunai, mesin pompa, sepeda, dan sertifikat rumah hangus terbakar,” jelas Erwin.
Kini, Hariadi harus merelakan seluruh harta benda yang habis dilalap api.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di rumah. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim