Ia sepertinya memang sudah sering mengikuti berbagai lomba. Bahkan, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Faizatul Ulya beberapa waktu lalu mengikuti event Youth Educational Friendship Festival 2024: Music & Dance International Festival di Bali. Acara tersebut merupakan pagelaran tari tingkat pelajar yang diikuti peserta dari berbagai negara.
Faizatul Ulya menampilkan tari tradisional Bondan Kendi bersama temannya, Virmania Priandini.
Mereka mewakili Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang. Di acara ini, Faizatul Ulya mendapatkan pengalaman perdananya dalam tampil di sebuah event yang diikuti peserta dari berbagai negara.
Memang, sebelumnya ia pernah mengikuti lomba-lomba tari. Terutama ketika ia masih duduk di bangku SD. Dari sinilah ia menganal tentang kesenian tersebut. ”Dari SD ikut lomba-lomba juga, tingkat kabupaten," katamya.
Ulya mengaku, dirinya memiliki minat dalam seni tari, karena kemauannya sendiri. Saat masih SD, ia ditunjuk sebagai salah satu peaerta lomba Pesta Siaga, dari sinilah Ulya mulai mengikuti tari.
”Kemauan sendiri. Ceritanya ada pesta siaga ikut nari, kan ada tari juga di situ," ujarnya.
Setelah event Pesta Siaga itu, kegiatan menarinya terus berlanjut hingga mengikuti berbagai lomba lain."Keterusan, langsung lomba, lomba, lomba," katanya.
Ia pun merasa memiliki pengalaman berbeda jika antara penampilannya waktu mengikuti lomba sebelumnya, dibandingkan denganevent internasional yang baru saja dia ikuti. Menurutnya, saat lomba-lomba yang lalu, dia tidak merasakan grogi.
Sebab, dirinya saat itu ia tidak merasa tampil di hadapan banyak orang. ”Kalau di SD itu, kaya tidak ngerasa nervous, karena tidak tahu karena ada orang banyak," katanya.
Dengan mengikuti event tari internasional ini, Ulya bisa mendapatkan banyak pengalaman.
Di antaranya bertemu dengan teman-teman dari negara yang berbeda. Ditambah, Ulya bersama Virmania berhasil meraih prestasi dengan mendapatkan silver award.
”Banyak, karena bertemu teman-teman luar negeri, mendapatkan silver award pertama kali langsung tingkat internasional," imbuhnya. (vah/lin)
Editor : Noor Syafaatul Udhma