REMBANG – Kelangkaan solar yang dialami para nelayan di Rembang sejak November lalu diperkirakan akan teratasi pada awal tahun 2025.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang, Sofyan Cholid.
Pengurangan kuota solar ini telah menjadi keluhan utama para nelayan.
Bahkan, mereka sempat mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang untuk menyuarakan kesulitan mereka.
Dalam forum audiensi, terungkap bahwa pasokan solar dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) mengalami penurunan signifikan sejak 1 November.
Sebagai contoh, SPBN di Kragan biasanya menerima alokasi 968 kiloliter per bulan.
Namun, sejak awal November, jumlah tersebut menyusut drastis menjadi hanya 320 kiloliter. Situasi ini membuat nelayan kesulitan melaut karena ketiadaan bahan bakar.
“Kondisi ini diprediksi baru bisa normal lagi mulai Januari tahun depan. Selama bulan ini, kita harus beradaptasi dengan pengurangan kuota yang ada,” ujar Sofyan.
Sofyan menekankan perlunya peninjauan ulang dalam menentukan kuota BBM tahunan agar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
"Harus ada review terkait penentuan kuota. Serapan BBM yang berbeda tiap bulannya bisa dijadikan acuan. Dengan demikian, estimasi kebutuhan BBM tidak terlalu meleset," jelasnya.
Dalam audiensi yang digelar di DPRD Rembang, turut hadir perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Dalam forum tersebut, BPH Migas menegaskan bahwa penentuan kuota solar menjadi kewenangan mereka, sementara Pertamina bertugas sebagai penyalur.
Perwakilan BPH Migas, Rini, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kelangkaan BBM di beberapa wilayah.
BPH Migas telah menginstruksikan Pertamina untuk melakukan peralihan kuota agar penyaluran lebih tepat sasaran.
“Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Rini.
Sofyan berharap ke depan BPH Migas maupun Pertamina tidak lagi mengurangi kuota yang telah ditetapkan.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan nelayan dapat kembali melaut tanpa hambatan pada awal tahun mendatang. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim