REMBANG – Sebanyak 500 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Lilin Candi 2024 guna memastikan kelancaran dan keamanan selama perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Operasi ini berlangsung selama 12 hari, mulai 22 esember 2024 hingga 2 Januari 2025.
Personel akan difokuskan untuk mengamankan arus lalu lintas, tempat wisata, pusat perbelanjaan, fasilitas transportasi, hingga tempat ibadah.
Apel gelar pasukan pengamanan Nataru digelar di Mapolres Rembang pada Kamis (21/12), dihadiri oleh Kapolres Rembang AKBP Suryadi, Wakil Bupati Rembang Hanies Cholil Barro, perwakilan Kodim 0720/Rembang, jajaran Forkopimda, serta instansi terkait.
Kapolres Rembang AKBP Suryadi menyampaikan bahwa pergerakan masyarakat selama periode Nataru diprediksi meningkat signifikan.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat tahun ini diperkirakan mencapai 110,67 juta orang, naik 2,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 21 dan 28 Desember 2024, sementara puncak arus balik diprediksi pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025,” ujar Kapolres, membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Suryadi menambahkan bahwa Polres Rembang akan menerapkan strategi yang sebelumnya berhasil digunakan pada Operasi Ketupat 2024.
Strategi tersebut mencakup pengaturan lalu lintas, pengamanan objek vital, serta pelayanan kepada masyarakat.
"Strategi ini terbukti efektif dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik sebelumnya, dan akan kembali diterapkan pada Operasi Lilin tahun ini," jelasnya.
Dengan adanya operasi ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban di tempat-tempat umum. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim