REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengadakan sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman phishing dengan menggandeng Bank Jateng dalam penggunaan Cash Management System (CMS) di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Acara yang berlangsung pada Selasa (29/10) di aula lantai 4 Setda Rembang ini bertujuan untuk mengedukasi OPD agar lebih waspada terhadap potensi penipuan online dalam transaksi non-tunai.
Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Fahrudin, menyampaikan bahwa digitalisasi di sektor pemerintahan kini mendorong seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai menggunakan CMS.
Meski memudahkan pengelolaan keuangan, sistem ini juga rentan terhadap ancaman phishing.
“Kemudahan ini tentu memiliki kelemahan, karena apa yang diciptakan manusia tidak ada yang sempurna. Maka dari itu, kami sosialisasikan untuk memahami kelemahan ini dan mengatasinya,” ujar Fahrudin.
Dalam acara itu, Pemkab Rembang bersama Bank Jateng memberikan panduan seputar tindakan yang tidak dilakukan oleh pihak bank seperti menghubungi nasabah secara pribadi atau menawarkan hadiah undian guna membantu peserta mengenali pola-pola phishing yang kerap muncul.
Fahrudin juga menyinggung sebuah kasus di Kantor Kecamatan Sarang, di mana transaksi non-tunai sempat dilakukan dengan pihak yang identitasnya tidak jelas.
“Jejaknya bahkan terlacak sampai ke Manado. Ini mengingatkan kita bahwa kemudahan sistem ini dapat membawa potensi ancaman serius,” imbuhnya.
Ia mengimbau kepada OPD yang bertanggung jawab atas CMS untuk berhati-hati mengingat likuiditas tinggi yang dimiliki oleh sistem tersebut.
Fahrudin menegaskan bahwa kesalahan kecil dalam pengelolaan dana daerah dapat menimbulkan persoalan besar dan memengaruhi kepercayaan terhadap integritas petugas yang mengelola dana tersebut.
“Maka ketika ada kesalahan sedikit terkait dengan kas daerah, itu sudah menjadi persoalan berat. Integritas juga dipertanyakan, karena orang yang dipercaya memegang uang harus benar-benar amanah,” jelasnya.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Rembang, Eviek Susandari turut menambahkan bahwa meskipun teknologi perbankan terus berkembang, serangan phishing tetap menjadi ancaman.
“Artinya secanggih apapun teknologi, SDM (Sumber Daya Manusia) yang harus mengendalikannya. Selalu waspada terhadap serangan phising dan mohon kehati hatiannya.” tutup Eviek. (*)
Editor : Abdul Rokhim