REMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang masih belum dapat menetapkan pimpinan definitif.
Hingga saat ini, pelantikan pimpinan dijadwalkan akan dilakukan secara bersamaan setelah seluruh partai politik (parpol) menyelesaikan pengusulan nama-nama calon pimpinan.
Saat ini, DPRD Rembang dipimpin oleh pimpinan sementara.
Sesuai dengan aturan, posisi pimpinan diusulkan oleh partai yang memperoleh suara terbanyak di mana Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mengajukan usulan mereka.
Namun, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat hingga kini belum menyerahkan nama-nama calon.
Anggota DPRD Rembang, Puji Santoso, menyatakan bahwa hanya PPP dan PKB yang telah memasukkan usulan untuk pimpinan definitif.
“Sampai saat ini, baru dua partai yang memasukkan usulan, yaitu PPP dan PKB. Demokrat dan PDIP masih menunggu surat rekomendasi dari DPP masing-masing,” ujarnya.
Proses pelantikan akan dilakukan setelah semua usulan lengkap diterima.
Meskipun sebelumnya ada usulan untuk melantik pimpinan dari dua partai yang telah mengajukan pertimbangan untuk menjaga kebersamaan di antara anggota DPRD Rembang membuat keputusan diambil untuk melaksanakan pelantikan secara serentak.
Hal ini juga mempertimbangkan anggaran pelantikan yang hanya dianggarkan sekali.
“Rencananya, kami ingin melantik yang dua pimpinan dulu. Tapi demi kebersamaan dan dengan anggaran yang ada hanya untuk satu kali pelantikan, kami sepakat untuk melakukannya bersama-sama,” tambah Puji.
Sebelumnya, anggota DPRD Rembang periode 2024-2029 telah dilantik pada 20 Agustus lalu.
Saat ini, DPRD telah terbentuk enam fraksi dan pimpinan sementara, dengan Abdul Rofuf sebagai ketua dan Bisri Cholil Laquf sebagai wakil ketua.
Selain itu, para wakil rakyat telah mulai membahas tata tertib DPRD yang nantinya akan ditetapkan oleh pimpinan definitif. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim