REMBANG – Prasasti di bong cina di Dukuh Ngasinan, Desa Warugunung, Pancur, digagas jadi bagian penyangga Kota Pusaka Lasem.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), Kabupaten Rembang, Mutaqin di lokasi tersebut punya benang merah dengan Lasem sebagai Kota Pusaka.
”Otomatis mau tidak mau ada benang merahnya dengan Lasem sebagai Kota Pusaka. Kota Pusaka mewujudkan kehidupan moderasi beragama, toleransi bahwa antara Cina, Jawa dengan Arab disitu terbukti adanya berupa prasasti yang ada di dukuh Ngasinan,” kata Mutaqin kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Menurutnya keberadaan prasasti di dukuh Ngasinan itu merupakan bukti cina yang ada di Lasem, ketika itu punya peran luar biasa dalam kehidupan yang ada di Kota Lasem.
”Dengan ditemukan prasasti, akan kita jadikan nilai tambah sebagai penyangga dengan variasi dan pengembangan dari kawasan Kota Lasem sebagai cagar budaya,” terangnya.
Terkait temuan itu sudah ditindaklanjuti. Pertama dari Dinbudpar Kabupaten melalui Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Rembang Retna Dyah Radityawati. Kedua dicek dari Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Jogjakarta.
Kemudian pekan lalu penggiat budaya maupun cagar budaya, profesor Hudaya dari Australia diiformasikan telah meluncur Warugunung. Kedatanganya ke lokasi temuan prasasti bersama ketua TACB Budi Darmawan dan sekretaris TACB.
”Pengecekan kembali setelah BPK dicek. Setelah itu tindak lanjut dikoordinasikan dari BPK, kita harus bagaimana menunggu petunjuk,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim