Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Puluhan Bangunan di Tepi Jalan Lasem-Sale Rembang Dibongkar, Bagaimana dengan Nasib PKL?

Wisnu Aji • Rabu, 28 Agustus 2024 | 23:57 WIB

 

DITERTIBKAN: Bangunan di sempadan jalan ruas Lasem-Sale di bongkar untuk optimalkan fungsi kemarin.
DITERTIBKAN: Bangunan di sempadan jalan ruas Lasem-Sale di bongkar untuk optimalkan fungsi kemarin.

REMBANG - Puluhan bangunan di sepadan Jalan Lasem-Sale, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan dibongkar.

Total ada lebih 70 bangunan terdiri lapak pedagang kaki lima (PKL) dan rumah tinggal semi permanen.

Ruang alternatif sementara direlokasi di sekitar SD 5 Pamotan.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, sebelum penertiban sudah dilakukan sosialisasi teguran sampai tiga kali.

Kegiatan kemarin merupakan eksekusi penertiban.

Kemarin tampak alat berat dari Bina Marga dan Cipta Karya dan Satpol PP Provinsi berada di lapangan.

Sejumlah petugas Satpol PP Rembang juga ikut monitoring jalanya giat.

Hingga sore petugas masih melakukan pengawasan. Memberikan kesempatan penertiban mandiri.

Camat Pamotan, Rofieq Pahlevi saat dikonfirmasi tidak menampik di daerahnya ada pembongkaran bangunan di sempadan jalan provinsi.

“Ini giat provinsi, berkaitan jalan provinsi. Kita hanya monitor dan memberikan ruang alternatif relokasi, semua kendali provinsi” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.

Selanjutnya, pihak desa rencananya para pedagang kaki lima ini telah disiapkan ruang di dekat SD 5.

”Desa Pamotan sudah menyediakan lahan relokasi di SD 5. Itu tanah milik desa," ujarnya.

"Di sisi jalan raya menjorok cukup luas. Bisa menampung kurang lebih 17 lapak. Sebagian PKL sudah membangun di lokasi relokasi,” imbuhnya. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
#rembang #bangunan #pkl #relokasi #satpol pp #penertiban #pedagang kaki lima #alat berat