REMBANG - Dokter spesialis emergensi medicine Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada (RS Bhina) Rembang dr. Corona Rintawan, Sp. EM, KDM, mendapatkan penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional 2024, dengan kategori petugas tanggap darurat bencana/krisis kesehatan.
Penghargaan ini, diberikan Menteri Kesehatan RI, Ir Budi Gunadi Sadikin di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Selasa lalu (13/8).
Capaian ini menjadi motivasi berharga bagi RS Bhina yang telah mengantongi predikat unggulan tipe C dengan terakreditasi paripurna atau bintang lima.
“Ini jadi motivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap langkah melayani masyarakat. Sejalan dengan visi RS Bhina Husada,” ungkap dr. Muhammad Syahirul Alim, Sp. PD, selaku Direktur RS Bhina Bhakti Husada Rembang.
dr. Irul menyebutkan pelayanan terbaik untuk masyarakat diwujudkan mulai dari penanganan pasien dari unit gawat darurat (UGD).
Kemudian ditunjang dengan peralatan dan dokter spesialis emergency medicine terbaik. Hadirlah dr. Corona Rintawan sebagai konsultan UGD.
“Sebelumnya dr. Corona Rintawan di Lamongan, Jatim. Kita komunikasi, berkenan di Rembang untuk mengembangkan bersama. Arah tujuan memberi pelayanan terbaik dari sisi perbaikan UGD,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Kamis (15/8).
Menurutnya se-Karesidenan Pati hanya RS Bhina yang menggandeng dokter Corona Rintawan.
Seperti diketahui bersama, dr. Corona Rintawan sudah banyak mengenyam pengalaman. Bukan hanya spesialisasi UGD.
Di luar itu, dr. Corona juga aktif ikut penanganan kebencanaan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Beberapa Kali juga ikut menangani di RS Indonesia di Jalur Gaza.
“Lalu bencana-bencana besar seperti di Aceh dan gempa Jogjakarta. Dokter Corona Rintawan dokter utamanya. Dan juga kompeten memberikan training ke tenaga kesehatan pelatihan kebencanaan,” ujarnya.
Bergabungnya dr. Corona di RS Bhina diawali saat membuat pusat pendidikan pelatihan kesehatan (pusdiklat).
“Dari wadah itu dokter Corona Rintawan aktif menulis buku, mengajar pelatihan,” terangnya.
Menurut dr. Irul, atas kerja keras dr. Corona Kemenkes memberikan apresiasi.
“Kebetulan di RS Bhina, dr Corona tidak hanya sekedar memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga pelatihan. Makanya masuk kategori Nakes teladan. Seleksi akhirnya terpilih terfavorit di bidang penanganan kebencanaan dan tanggap darurat kebencanaan,” bebernya.
dr. Irul menambahkan kualitas pelayanan harus disiapkan mulai dari ujung depan sejak pasien datang.
“Jika biasanya spesialis setelah pasien di ruangan. Tapi di RS Bhina Rembang dari UGD sudah langsung ada spesialis emergency medicine,” ungkapnya.
“Dengan capaian ini, pengakuan secara nasional tentang kualitas RS Bhina Bhakti Husada Rembang bagus sekali. Masyarakat tidak perlu ragu lagi. Bangunan bagus sekali dan tidak membedakan status pasien baik umum, BPJS, maupun asuransi. Pelayanan kesehatan sama baik, tanpa ada diskriminasi. Masyarakat tidak perlu minder. RS Bhina memberikan standarisasi kualitas terbaik dalam pelayanan kesehatan dan terjangkau untuk masyarakat luas,” imbuhnya. (*)
Editor : Abdul Rokhim