Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kabar Baik, Temuan Prasasti Tionghoa di Pancur Rembang Bertambah, Begini Penampakannya

Vachri Rinaldy • Senin, 12 Agustus 2024 | 21:20 WIB
Batu berukiran huruf tiongkok kembali ditemukan di Desa Warugunung, Pancur, Rembang.
Batu berukiran huruf tiongkok kembali ditemukan di Desa Warugunung, Pancur, Rembang.

REMBANG, RADAR KUDUS - Para pegiat sejarah di Rembang kembali menemukan batu prasasti Tionghoa. 

Lokasi penemuan kedua ini tidak jauh dari temuan prasasti yang pertama.

Prasasti batu yang pertama kali ditemukan oleh warga sekitar sepekan lalu.

Temuan tersebut menarik perhatian para pegiat sejarah di Lasem, Rembang.

Baca Juga: Batu Prasasti Berhuruf Tiongkok Ditemukan di Pancur Rembang, Diduga Ada Jejak Perkampungan Kuno

Selanjutnya, pada hari Minggu, 11 Agustus 2024 beberapa pegiat sejarah mengunjungi temuan Prasasti yang berada di desa Warugunung, Kecamatan Pancur itu.

Ada beberapa komunitas yang hadir, seperti Asem Gede, Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB), dan Komunitas Balung Watu.

Mereka melakukan penyusiran diberbagai lokasi sekitar prasasti.

Kemudian, salah satu rekan yang bernama Baidowi melihat batu disisi barat prasasti.

Setelah diamati ternyata ada guratan aksara tionhkok.

Setelah itu, komunitas pun bergotong royong membersihkan area temuan baru itu.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, saat itu kondisi batu masih berlumut.

Meski begitu, guratan-guratan aksara Tionghoa masih terlihat.

Baca Juga: Tidak Disangka, Prasasti Tionghoa yang Ditemukan di Pancur Rembang Merupakan Puisi, Ini Isi dan Nama Penulisnya

Dengan adanya penambahan temuan ini, berspekulasi adanya dugaan perumahan kuno di sekitar lokasi pun menguat.

Tetapi komunitas sejarah masih menunggu penelitian lebih lanjut dari Dinas dan lembaga yang berwenang.

Temuan ini diharapkan lebih mempertegas Lasem sebagai Kota Sejarah.

Sementara itu, terkait dengan temuan prasasti yang pertama, diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, sekitar pekan lalu warga menemukan sebuah batu yang berada di Desa Warugunung, Kecamatan Pancur.

Awalnya warga mengira bahwa batu tersebut hanyalah bongpay.

Mendengar hal tersebut, Pegiat Sejarah Lasem pun langsung mendatangi lokasi yang tepatnya berada di sekitar Pertapaan Santi Badra informasi.

Baca Juga: Dugaan Prasasti Tionghoa di Pancur Rembang Berisi Puisi tentang Fengshui, Konon Temuan Langka di Indonesia!Begini Penjelasannya

Bukit Tapaan Santibadra sendiri dipercaya sebagai tempat bersejarah yang tertulis dalam buku Carita Sejarah Lasem (CSL).

Dulu, tempat tersebut digunakan untuk mengajar dan olah spiritual para tokoh-tokoh di Lasem.

Setelah diidentifikasi, dipastikan batu tersebut bukan sekadar bongpay.

Namun, ada dugaan yang mengarah pada prasasti.

Saat ini, temuan tersebut sudah dilaporkan kepada pemerintah desa setempat dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang agar dapat diteliti lebih lanjut.

Batu selebar sekitar 130 sentimeter dengan ketebalan sekitatar 50 sentimeter yang berukiran huhuf tiongkok itu pun menarik perhatian.

Pada Kamis (8/8) kemarin, para pegiat dari Yayasan Lasem Heritage mencoba melakukan identifikasi prasasti itu.

Baca Juga: Ada di Lasem Rembang, Ini Lokasi Jejak Tapak Kaki di Atas Batu Raja Majapahit Hayam Wuruk

Agni Malagina, peneliti sejarah Tionghoa yang juga ikut dalam identifikasi temuan memastikan bahwa batu berukiran huruf tiongkok itu bukanlah bongpay.

Tulisan-tulisan itu merupakan rangkaian kata-kata yang membentuk sebuah puisi.

Memang, di dalamnya tidak disebutkan dengan jelas kapan tulisan tersebut dibuat.

Namun, di akhir tulisan terdapat sebuah nama, yang kira-kira merupakan gambaran yang menulis puisi tersebut.

"Penulis puisinya namanya Mbah Suti (Lao Su Ti), di akhir (pada tulisan prasasti,Red)," katanya.

Baca Juga: Lasem Rembang Pernah Jadi Bagian Kerjaan Majapahit, Konon Raja Hayam Wuruk Sempat Singgah di Sini, Ini Kata Sejarawan

Agni menjelaskan, bahwa puisi tersebut berisi tentang Fengshui, yang merupakan salah satu unsur Kebudayaan atau yang kemudian diadaptasi oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia.

”Nah fengshui ini melakukan praktik geomansi sejak masa Tiongkok kuno. Biasanya mengenai pengaturan spasial, tempat, orientasi, arah, menyelaraskan energi agar bisa menghasilkan suasana harmonis yang damai untuk penghuni atau pemilik tempat itu,” jelasnya.

Dalam puisi yang terpahat di batu itu, lanjut Agni, menggunakan format dan ritme puisi klasik yang menggambarkan alam dengan gunung dan sungai yang indah.

”Serta mengandung metafora dan simbol,” katanya.

Agni sendiri sudah 25 tahun melakukan penelitian pecinan di penjuru negeri. Seperti di Sumatra dan Sulawesi.

Ia mengaku belum pernah menemukan puisi yang dipahat di batu secara utuh.

”Kalau biasanya puisi-puisi kuplet-kuplet itu diukir di Struktur Makamnya,” ujarnya.

Baca Juga: Melihat Ragam Arsip Tionghoa Lasem: Ada Cerita Perdagangan, Batik, hingga Resep Pengobatan Tabib

”Kalau prasasti peristiwa penting dalam aksara Han ada beberapa di Indonesia. Tetapi puisi dipahat di batu dan area pemakaman saya kira ini satu satunya, langka,” tegasnya.

Batu pahatan seperti itu, bagi dia yang merupakan seorang peneliti merupakan temuan langka sehingga wajib dilindungi dengan Undang-undang Cagar Budaya. ”Layak dan wajib dilindungi dengan UU Cagar Budaya,” imbuhnya.

Orang-orang Tionghoa di masa lampau memang memiliki catatan kebudayaan yang tinggi.

Menulis bagi mereka bukan hanya sekedar arsip, namun juga mengekspresikan tentang keindahan fisik dan non fisik.

Baca Juga: Jejak Orang Austronesia di Pesisir Rembang, Sudah Ada sebelum Wong Kanung Lasem dan Manusia Kalang Blora, Disebut sebagai Nenek Moyang Orang Jawa

Saat ini, ia masih mencoba mengkaji lebih dalam soal puisi tersebut.

Sebab, menurutnya dalam tulisan tersebut masih menyimpan maksud dan pesan tertentu.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#Temuan Sejarah #sejarah #rembang #penemuan prasasti #sejarah lasem #Pancur #Sejarah Rembang #lasem #Prasasti #Prasasti Tionghoa