Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Wong Kanung yang Tinggal di Pegunungan Lasem Rembang Menurut Pegiat Sejarah, Konon Sudah Mengenal Upacara Adat

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Kamis, 1 Agustus 2024 | 22:00 WIB
Hamoaran pepohonan di area pegunungan Lasem, Rembang.
Hamoaran pepohonan di area pegunungan Lasem, Rembang.

RADAR KUDUS, REMBANG - Kabupaten Rembang memiliki cerita tentang kehidupan Wong Kanung.

Yakni masyarakat yang hidup di area Pegunungan Lasem sebelum masehi.

Ernantoro, Pegiat Sejarah dari Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem menjelaskan bahwa Kanung merupakan istilah untuk menyebut masyarakat yang tinggal di gunung.

"Kanung artinya orang gunung," katanya.

Ia menegaskan, bahwa Kanung bukanlah kelompok tertentu. 

"Kehidupan masyarakat yang hidup dipegunungan. Jadi bukan suatu kelompok nama. (Kanung) tidak nama sekelompok manusia," imbuhnya.

Ia menjelaskan, bahwa orang-orang itu diperkirakan tinggal di wilayah Pegunungan Lasem sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan sebelum masehi.

Di singgung soal peninggalan Kanung, ia menjelaskan bahwa dulu mereka diduga sudah memiliki kepercayaan dan sudah mengenal upacara adat.

Secara perawakan, bentuk tubuh orang kanung juga sama pada pada orang umumnya. "Ya seperti kita ini," katanya.

Seiring perkembangan zaman, tradisi-tradisi mereka kamudian luntur.

Wilayah Lasem, Rembang dan sekitarnya memang memiliki cerita-cerita hingga sejarah masa lampau yang menarik untuk dibahas. 

Termasuk adanya jejak orang-orang Austronesia, yang pernah singgah di pesisir Kabupaten Rembang. 

Mereka diperkirakan sudah datang jauh sebelum ada orang-orang Kanung.

Ernantoro bilang, jauh sebelum adanya orang-oramg Kanung, wilayah pesisir Rembang sudah pernah disinggahi bangsa Austronesia. "Austronesia lebih tua lagi," katanya.

Mengutip buku Ekspedisi Sejarah Lasem yang ditulis oleh Tim Cendekia Menulis Club, pada salah satu bagian juga menyinggung tentang peninggalan Austronesia.

Bagian itu ditulis oleh Danang Swastika, Pegiat Sejarah Lasem, yang menyebutkan bahwa kerangka manusia pra-sejarah yang ditemukan di Rembang ternyata berusia 2.650 tahun.

Kerangka kepala manusia dan sejumlah tulang itu ditemukan di empat titik, di tebing sepanjang Pantai Leran.

Selain itu juga ditemukan kerangka di sekitar Pantai Binangun dan Plawangan. Namun, temuannya berbeda dengan yang ada di tebing Pantai Leran.

Masih dikutip dari buku tersebut, Tim Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta menegaskan ada tiga situs pekuburan manusia Austronesia yang terungkap yakni di Pantai Binangun Kecamatan Lasem, Leran Kecamatan Sluke, dan Pantai Tanjungan Kecamatan Kragan.

Pantai Utara Rembang diduga merupakan titik pendaratan pertama nenek moyang di Pulau Jawa pun, menjadi semakin kuat. Sekaligus menunjukkan bahwa sudah ada peradaban jauh sebelum Masehi.

Dalam buku Ekspedisi Sejarah Lasem itu, juga disebutkan bahwa Ras Austronesia merupakan manusia pra sejarah yang diyakini sebagai nenek moyang penduduk Pulau Jawa.

Balai Arkeologi akan melanjutkan penelitian asal-usul manusia pra-sejarah itu hingga tiba di Jawa.

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#sejarah #Wong Kanung Rembang #Cerita Wong Kanung #Austronesia #Wong Kanung