REMBANG – Tari orek-orek gagrak Rembang dan tari saman MAN 2 Rembang akan menyemarakkan puncak acara Hari Jadi ke-283 Rembang hari ini. Total ada 1.000 penari yang dikerahkan.
Mereka berasal dari kelompok belajar (KB), TK dan RA, serta SMP negeri dan swasta.
Dua tarian itu, akan ditampilkan usai upacara Hari Jadi ke-283 Rembang yang digelar di Alun-alun Rembang pagi ini.
Upacaranya akan unik. Digelar dengan tata cara Jawa, seperti memakai pakaian adat hingga bahasa yang untuk aba-aba menggunakan bahasa Jawa.
Penanggung Jawab Upacara sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Mutaqin menyampaikan, rangkaian hari jadi di samping untuk mengenang sejarah terbentuknya Kabupaten Rembang, juga untuk nguri-uri budaya Jawa.
Dengan begitu, tata cara upacaranya dilakukan ala Jawa.
”Termasuk tata upacara, bahasa aba-aba, sambutan, hingga doa menggunakan bahasa Jawa semua,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Dia mengaku, petugas upacara ada di lapangan tetap pasukan TNI dan Polri. Untuk pesertanya total sekitar 2.500 dari berbagai elemen.
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Rembang, juga memunculkan ciri khas Kabupaten Rembang.
Di antaranya dengan menampilkan tari orek-orek. Sebab, ada beberapa daerah juga mempunyai tari orek-orek, tapi dengan ciri khusus masing-masing.
Tari orek-orek akan dimainkan 1.000 penari. Terdiri dari kepala kelompok belajar (KB), TK, dan RA.
Di samping itu, juga siswa dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Rembang.
”Kami juga menampilkan tari saman asal Aceh, agar tidak Jawa dan Rembang sentris. Kami juga menjunjung tinggi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” terangnya.
Sementara itu, pada moment ulang tahun Rembang ini, ada sejumlah harapan yang disampaikan. Seperti dari Bupati Rembang Abdul Hafidz.
Bupati dua periode ini, ingin rakyat di Kabupaten Rembang sejahtera secara merata.
Untuk itu, semua upaya perlu dilakukan, seperti memaksimalkan seluruh potensi-potensi.
”Potensi alam dan SDM harus dipadukan. Jangan sampai potensi alam cukup, SDM rendah. Nanti bisa dicuri orang lain," ujarnya.
"Soal pertumbuhan ekonomi cukup bagus. Mulai 2022 hingga 2024 semester I masih di atas rata-rata nasional atau sekitar 5,11 persen,” lanjutnya.
Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro' berharap, hari jadi ini menjadi penambah semangat bagi pemangku kebijakan.
Juga untuk masyarakat Kabupaten Rembang secara umum.
”Termasuk bagi kawan-kawan ASN, ini (hari jadi, Red) juga mesti jadi momentum memberikan pengabdian terbaik dan lebih baik lagi untuk Kabupaten Rembang," katanya.
"Juga membuka semangat baru untuk terus berinovasi dalam memajukan Rembang,” harapnya.
Sekda Kabupaten Rembang Fahrudin menambahkan, semangat ke depan tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Targetnya, kemiskinan, stunting, dan angka kematian ibu menurun.
Selain itu, penggunaan anggaran yang terbatas harus dilakukan secara efisien, agar bisa menjangkau semua kegiatan di organisasi perangkat daerah (OPD).
”Kami akan berusaha keras meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Lalu meningkatkan kualitas SDM. Semua OPD dikolaborasikan, dalam rangka menanggulangi kemiskinan secara terpadu,” imbuhnya. (noe/ali/lin)
Editor : Ali Mustofa