REMBANG - Peralatan kateterisasi jantung (cath lab) di RSUD dr. Soetrasno Rembang, Sabtu lalu (13/7), sudah mulai digunakan.
Pelayanan anyar Neurologi Intervensi ditangani oleh dr. Subandi, SpN, Sub.Sp NIOO (K) FINS FINA spesialisis syaraf, konsultan dari RSUD dr Moewardi Solo. Ada tiga pasien yang telah sukses ditangani pada operasi perdana baru-baru ini.
Plt Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, RSUD dr R Soetrasno dr Intaningtyas Subawati didampingi Kasi Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Tabah Tohamik menyebutkan cathlab sudah mulai beroperasi untuk menghilangkan sumbatan pembuluh darah otak.
“Alhamdulillah hasilnya baik. Kita selenggarakan tiga pasien. Pasien pertama laki-laki dewasa dengan stroke infark. Alhamdulilah tensi baik. Kondisi umum juga baik. Sehingga dilakukan tindakan menghilangkan sumbatan pembuluh darah otak hasilnya baik,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus di ruang kerjanya, Kemarin (16/7).
Sementara tindakan pasien kedua juga sukses menghilangkan sumbatan. Kemudian pasien ketiga perempuan, kondisi ketika masuk RS tidak baik. Tidak bisa bicara, kesadaran agak menurun dan sudah dilakukan perawatan.
”Ketika lakukan pemeriksaan dengan alat Cathlab. Sumbatan hampir 100 persen di otak. Jadi ada otak kanan dan kiri. Kanan sudah tersumbat 100 persen. Tujuan tindakanya menyelematkan pembuluh darah kiri. Karena sama ada sumbatan, separo terselamatkan dan masih bisa terselamatkan,” terangnya.
Layanan di RSUD ini terang Tabah sudah sesuai dengan prinsip Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Yakni menuju trasformasi kesehatan. Terkait layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Sehingga di tahun lalu usulkan pemenuhan alat. Disetujui kateterisasi jantung (cathlab)," ungkapnya.
"Karena kunjungan RSUD dr R Soetrasno Rembang akhir-akhir ini angka penyakit jantung meningkat. Dulu sehari 15-20 pasien, sekarang pasien klinik jantung 60 sampai 70 pasien,” bebernya.
Tabah menyebutkan angka penyakit jantung dalam dua tahun meningkat cukup signifikan.
Tak hanya itu angka kematian Akut Miokard Infark (AMI) atau disebut angin duduk juga cukup tinggi.
Sedangkan untuk rujuk paling dekat RSUD Dr Loekomono Hadi Kudus. Dengan telah memiliki satu paket Cathlab pasien sudah bisa ditangani di Rembang.
”Alhamdulilah sudah terealisasi di 2023. Kami mendapatkan alat Cathlab dengan anggaran sekitar Rp 17 miliar untuk pengadaan alat Rp16 miliaran," ujarnya.
"Satu paket Cathlab, pendukung injector (memasukan obat-obatan), UPS (suplay power) dan Defibrilator (pacu jantung jika ada pasien gagal jantung),” imbuhnya.
Salah satu pasien Andi Maryana, Wonokerto, Sale, berterima kasih karena setelah mendapat tindakan Cathlab di RSUD ia yang awalnya mengalami kambuhan stroke ringan di tangan kanan dan menjalar ke tangan kiri.
“Setelah operasi DSA. Kondisi saya alhamdulilah membaik dan enak. Sebelumnya tangan dan leher kaku, jadi enak. Tidak perlu lagi ke Semarang atau Solo, di Rembang sudah ada. Ini sangat membantu,” ungkapnya.
Optimistis Tahun Ini Sudah Bisa Mandiri
RSUD dr R Soetrasno Rembang bertekat menyelenggarakan kateterisasi jantung (cath lab) mandiri di penghujung 2024 ini.
Saat ini sudah punya empat perawat terlatih dan satu radiographer pelatihan proteksi radiologi.
Plt Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, RSUD dr R Soetrasno, Rembang, dr Intaningtyas Subawati didampingi Kasi Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Tabah Tohamik menyampaikan saat ini pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia.
Selain itu, juga menyiapkan kelengkapan layanan neurologi intervensi maupun kardiologi intervensi.
”Sudah pelatihan kardiolologi intervensi dasar dan canggih. Ada empat perawat terlatih spesialisasi yang kami siapkan untuk membantu dokter dalam melakukan diagnosa pasien atau tindakan terapi kepada pasien,” katanya secara panjang lebar.
Selanjutnya, ke depan sumber daya manusia di RSUD dr R Sosetrasno Rembang secara bergantian akan dikirimkan.
“Untuk satu kali pelatihan 3 bulan. 3 bulan kardiologi dasar dan 3 bulan kardiologi advanced. Paling tidak 6 bulan. Cita-citanya akhir tahun bisa mandiri,” tambahnya.
Sebelumnya RSUD dr R Soetrasno Rembang melalukan seminar dengan menghadirkan dr. Subandi, SpN, Sub.Sp NIOO(K)FINS FINA sebagai pembicara pada kasus Cerebro Vascular.
”Kami undang dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas) dan dokter-dokter praktik perseorangan untuk dikenalkan layanan,” terangnya.
Menurutnya, di keresidenan Pati layanan neurologi interfensi baru pertama, untuk kardiologi intervensi sudah ada RSUD Dr Loekomono Hadi Kudus.
Selama ini biasanya pasien di kirim ke Semarang atau Solo.
”Biasanya waktu tunggu panjang. Pertimbangan kemarin untuk memperpendek supaya akses masyarakat bisa lebih cepat. BPJS masih dalam proses untuk pembiayaan dan sebagainya,” imbuhnya. (noe/ali/*)
Editor : Ali Mustofa