REMBANG – Kapal motor (KM) Soneta asal Kabupaten Rembang dilaporkan tenggelam di perairan Karimunjawa pada Kamis (11/7) sekitar pukul 13.00 WIB.
Diketahui, petugas SAR telah menemukan sepuluh dari total 16 anak buah kapal (ABK).
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono menyampaikan, awalnya KM Soneta berangkat dari Pelabuhan Tasik Agung Rembang dengan tujuan Laut Jawa pada Sabtu (6/7) untuk mencari ikan.
Saat berada di Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, pada Kamis (11/7) kapal ini, diduga karena terkena hantam ombak.
Kemudian tenggelam pada koordinat 5°51'00.0"S 110°41'00.0"E. Menuju 13.53°. Dari kantor SAR Semarang dengan jarak lurus 66.28 NM.
Atas kejadian ini, dilakukan operasi SAR gabungan dari SAR Semarang atau KN Sadewa dengan menerjunkan 20 personel, Stasiun Radio Pantai (SROP) Semarang tiga personel, SROP Rembang dua personel, SROP Jepara dua personel, serta SROP Karimun dua personel.
Baca Juga: Astagfirullah, ABK KM Soneta Rembang yang Tenggelam di Karimunjawa Jepara Mengapung 3 Hari 3 Malam dengan Memegang Jeriken
Harpodo, nakhoda KN Sadewa -kapal evakuator SAR Semarang- menjelaskan, sepuluh di antaranya telah berhasil oleh diselamatkan.
Enam ABK diselamatkan oleh kapal dari Kabupaten Tegal. Lalu tiga ABK lain yang diselamatkan perahu jaring asal Kabupaten Indramayu.
Sementara, untuk nakhoda diketahui diselamatkan oleh nelayan cumi yang diketahui akan bersandar di Jakarta.
Adapun berikut 10 ABK dari Rembang yang selamat dalam peristiwa tersebut :
1. Nur Nawawi, 31, warga Desa Kalipang Kecamatan Sarang.
2. Sunardi, 47, warga Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan.
3. Sarju, 35, warga Desa Karanglincak, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang.
4. Kolil, 57, warga Desa Maguan, Kecamatan Kaliori.
5. Dirman, 44, warga Desa Sarang, Kecamatan Kragan.
6. Afandi, 27, warga Desa Dadapmulyo, Kecamatan Sarang.
7. Sulaiman, 24, warga Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan.
8. Sulaimin, 18, warga Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan.
9. Khamim, 63, warga Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan.
10. Sutadi (Nakhoda), belum diketahui alamatnya.
Sempat Terombang-Ambing Tiga Hari di Laut
Sementara itu, Sembilan ABK KM Soneta yang berhasil bersandar di Pelabuhan Tegal pada Sabtu (13/7) dini hari.
Isak tangis keluarga pun pecah usai mereka bertemu dengan keluarga yang telah menunggu.
Diketahui, mereka selamat setelah terombang-ambing selama tiga hari tiga malam di lautan.
Menurut data Kantor SAR Semarang, sepuluh ABK yang selamat diketahui ditemukan tiga kapal yang berbeda.
Enam ABK ditemukan KM Bintang Barokah, tiga ABK ditemukan Kapal Jaring asal Indramayu, kemudian ada satu yang dievakuasi kapal penangkap cumi asal Jakarta sehingga total menjadi 10 orang ABK Selamat.
Baca Juga: Soal Silpa APBD Rembang 2024 yang Defisit Rp 47 Miliar, Begini Kata Bupati
"Saat KM Bintang Barokah melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Tegal, pukul 13.00 WIB mereka mendapatkan informasi bahwa kapal jaring asal Indramayu telah menemukan 3 (tiga) orang ABK terapung di laut, mendapatkan informasi tersebut KM Bintang Barokah putar balik menuju ke kapal perikanan asal Indramayu untuk menjemput 3 ABK yang selamat tersebut. Melalui radio juga KM,” kata Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.
“Bintang Barokah mendapatkan informasi jika ada salah satu ABK KM Soneta, Sutadi, sudah diselamatkan kapal penangkap cumi asal Jakarta, sehingga diketahui ABK yang selamat berjumlah 10 orang. Sembilan di antaranya kemudian diangkut KM Bintang Barokah,"lanjutnya
Sementara, itu pihaknya kini masih mencari enam ABK yang belum ditemukan.
"Sedangkan yang masih kami cari ada enam ABK lainnya yakni Muntari, Tamuri, Salam, Jaidi, Samani dan Damuri," ucap Budiono. (*/khim)
Editor : Abdul Rokhim