REMBANG - Seorang pria ditemukan tewas tergeletak di pinggir Jalan Lingkar Rembang tepatnya di selatan gapura Desa Gedangan, Rembang pada Minggu (5/5) pagi.
Diduga, korban yang diketahui bernama Moh. Khoirul Huda (41) warga Desa Karang Turi, Kecamatan Lasem itu tewas usai mengalami kecelakaan tunggal.
Kapolres Rembang AKBP Suryadi melalui Kasatlantas AKP Sugito saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan kabar tersebut.
Lebih lanjut, kata AKP Sugito, pihaknya mengetahui hal tersebut usai mendapat laporan dari warga setempat sekira pukul 05.30 WIB.
"Ya, mas. Laporan dari warga setempat pukul 05.30 WIB. Selanjutnya, kami segera menuju tempat kejadian perkara (TKP)," katanya.
AKP Sugito menambahkan, dari hasil olah TKP, diketahui korban yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria F K-4696-VM semula melaju dari selatan (Desa Weton) ke utara (Desa Tireman).
Sesampainya, di-TKP diduga korban hilang konsentrasi hingga kemudian terperosok ke sawah.
”Diduga hilang konsentrasi. Sehingga korban oleng ke kiri (barat) dan terperosok ke sawah,” katanya.
Baca Juga: Enam Tahun Memimpin, Bupati Rembang Abdul Hafidz Klaim Perbaiki Puluhan Ribu Rumah Warga
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mendapati sepeda motor Suzuki Satria F dengan nomor polisi K-4696-VM yang tak jauh dari posisi ditemukannya korban.
"Korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan tepat di selatan gapura Desa Gedangan tak jauh dari sepeda motornya K 4696 VM," tambahnya.
Selanjutnya, korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: BPS Sebut Angka Inflasi di Kabupaten Rembang Belum Turun Signifikan, Apa Penyebabnya?
Diketahui, dari hasil pemeriksaan, korban tewas usai mengalami luka berat di bagian kepala.
"Korban mengalami luka robek mulut. Keluar darah dari hidung dan mulut, cidera kepala berat. Posisinya memang sudah meninggal dunia di tempat," kataya.
Kini, petugas pun mengamankan barang bukti sepeda motor tersebut.
Setelah itu, petugas juga memasang garis polisi (police line), guna mengantisipasi kemungkinan penyelidikan lebih lanjut. (khim)
Editor : Abdul Rokhim