REMBANG - Anak-anak Pena Muda antusias ber-napak tilas di Museum RA Kartini Rembang.
Mereka menyisir ruangan demi ruangan yang dulunya merupakan tempat tinggal RA Kartini bersama suaminya, Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang kala itu.
Para remaja ini merupakan binaan Djarum Foundation dan Jawa Pos Radar Kudus untuk mendalami ilmu jurnalistik.
Sehingga mereka perlu merasakan reportase langsung di lapangan.
Ada delapan pena muda yang sambang ke Kota Santri.
Begitu sampai di Museum RA Kartini, mereka langsung melaksanakan liputan dengan didampingi Pimpinan Redaksi Radar Kudus Zainal Abidin dan Redaktur Senior Noor Syafaatul Udhma.
Pelajar-pelajar ini juga menyimak penjelasan dari Idhom, yang menjadi tour guide.
Para Pena Muda mendapatkan penjelasan detail dari setiap ruangan.
Seperti ruangan paling depan yang terdapat diorama RA Kartini itu.
Kata Idhom, dulu tempat ini dijadikan sebagai ruang bermain anak-anak.
"Amati bangunan ini ada dua arsitektur. Konstruksinya Nusantara, pilar sama temboknya eropa," ujar Idhom sambil menunjuk tiang tembok yang berada di depan pintu masuk museum.
Setelah itu, Idhom membawa pena muda bergeser ke ruang kamar Ibu Kartini, yang saat ini diisi replika ranjang dan berbagai benda-benda yang masih asli.
Barang-barang bersejarah di sini mayoritas merupakan peninggalan asli.
Seperti foto-foto RK Kartini bersama Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, meja, hingga mainan Kartini.
Tidak hanya sekedar barang, namun juga memiliki filosofi.
Contohnya pada meja yang berada di ruang diskusi keluarga.
Di situ terdapat meja bundar yang dikelilingi enam kursi berukiran tokoh pewayangan.
Kata Idhom, ini memiliki arti bahwa ketika bermusyawarah berharap melahirkan mufakat yang tidak mencederai salah satu pihak.
"Dengan harapan nantinya melahirkan mufakat yang tidak mencederai salah satu pihak, memunculkan Pandawa dan Krisna sesuai ukiran," katanya.
Rampung berkeliling ruangan, Pena Muda bersama Idhom berfoto bersama ala Kartini.
Yakni posisi perempuan berdiri di sebelah kanan pria, yang memiliki arti memuliakan perempuan.
Fardan, salah satu peserta Pena Muda mengaku baru pertama kali ke Rembang.
Menurutnya museum RA Kartini menarik. "Bagus, menarik," ujarnya. (vah/ali)
Editor : Ali Mustofa