REMBANG - Realisasi penerimaan retribusi di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini masih jauh dari target.
Bahkan, pada tahun 2023, pendapatan hanya mencapai sekitar 32 persen.
Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang diminta untuk mengevaluasi.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, secara keseluruhan Pendapatan pada postur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rembang memang belum menyentuh target yang telah ditentukan.
Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Rembang Tahun Anggaran 2023, capaian pendapatan sudah mencapai 96,83 persen.
Pemkab Rembang menargetkan sekitar Rp 1,957 triliun dan telah terealisasi RP 1,895 triliun.
Melihat rincian sumber-sumber pendapatan capaian, tertinggi berada pada pendapatan transfer yang sudah mencapai 98,95 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang mencapai 99,71 persen.
Sementara, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) capaiannya belum bisa menyentuh 90 persen.
Target sekitar Rp 387,567 miliar tercapai Rp 342,024 miliar atau 88,25 % persen. Artinya, masih ada selisih sekitar Rp 45,5 miliar dari target.
Diantara sumber PAD yang menjadi sorotan panitia khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang adalah penerimaan retribusi TRP Kartini.
Pemkab telah menargetkan sekitar Rp 1,19 miliar namun hanya tercapai Rp 387,046 jut, capaian tersebut terlihat masih jauh dari target.
"Target penerimaan retribusi dinas kebudayaan dan pariwisata tahun anggaran 2023 sebesar Rp 1,19 miliar. Realisasinya hanya sebesar Rp 387,046 juta. Atau sebesar 32,52 persen dari anggaran," kata Puji Santoso, perwakilan Pansus DPRD Rembang.
Pihaknya pun menanyakan atas capaian tersebut. DPRD berharap agar dalam menentukan target bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Apa kendalanya hanya tercapai 32,52 persen. Kami berharap kedepan dalam mencantumkan target harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan," imbuhnya.
Pansus meminta kepada Pemkab agar melakukan evaluasi serta inovasi dan serius dalam menangani pariwisata. Sehingga mampu meningkatkan PAD.
"Kami merekomendasikan agar pemerintah daerah mengevaluasi, inovasi dan lebih serius lagi dalam mengembangkan destinasi wisata di kabupaten rembang sehingga dapat meningkatkan PAD dari sektor pariwisata," ujarnya. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim