REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang sedang merancang calon pengelola Kota Pusaka Lasem.
Berbagai unsur pun akan dilibatkan. Mulai dari pemerintahan, seniman, hingga komunitas.
Penataan Lasem Kota Pusaka memang sudah rampung beberapa waktu lalu.
Sejumlah area telah dipercantik dengan lampu-lampu hias dan bangku-bangku taman.
Meliputi sekitar pecinan Desa Karangturi hingga kompleks Alun-alun Lasem.
Baca Juga: 1.100 Pelajar di Rembang Bakal Pecahkan Rekor Muri Membatik Milenial, Catat Waktu dan Lokasinya!
Proyek yang didanai menggunakan anggaran Pemerintah Pusat itu, sekarang telah diserahkan oleh Pemkab Rembang.
Hanya saja, untuk sementara daerah belum mengelola secara sepenuhnya.
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, setelah Kota Pusaka diserahterimakan kepada Pemkab, saat ini masih ada jeda waktu untuk perawatan.
Setelah masa perawatan selesai, maka Pemkab Rembang baru bisa mengelola sepenuhnya.
Terkait dengan unsur pengelola, Hafidz bilang, nantinya akan diisi oleh tim tersendiri yang melibatkan para tokoh masyarakat, pemerintah, maupun komunitas.
"Maka kami kemudian harus mengambil kebijakan, satu akan me-SK kan pihak pengelola. SK itu nanti melibatkan tokoh masyarakat, melibatkan unsur pemerintah, kemudian juga para seniman atau komunitas," jelasnya baru-baru ini.
Baca Juga: Ditinggal Sambang Lebaran, Satu Rumah Warga di Sumbergirang Rembang Ludes Terbakar, Ini Dugaan Pemicunya
Saat ini, pihaknya sedang merancang SK pengelola. Sehingga diharapkan pengelolaan tersebut bisa mengatur semua hal tentang perawatan, pemajuan, hingga kelestarian.
"Itu tim yang akan kami bentuk," katanya.
Terpisah, saat ini Pemkab Rembang juga sedang memulai inovasi untuk meramaikan Pasar Kreatif, yang juga menjadi salah satu spot penataan Kota Pusaka.
Pemkab berencana memberikan wahana permainan di salah satu hall pada tempat perbelanjaan tersebut.
Pemkab akan menggandeng pihak ketiga penyedia wahana permainan ini. Beberapa waktu lalu, telah dilakukan survei.
Sehingga diharapkan pihak ketiga bisa cocok dan merealisasikan.
Langkah inovasi memang baru bisa dilaksanakan baru-baru ini.
Sebab, sebelumnya Pemkab masih berfokus untuk penempatan para pedagang.
Semua penempatan tersebut, masih perlu dimonitor oleh kementrian.
Sehingga belum bisa langsung berinovasi saat awal-awal Pasar Kreatif selesai dibangun. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim