REMBANG - Festival Thong-Thong Lek Kabupaten Rembang tahun 2024 berlangsung meriah Minggu malam (7/4).
15 peserta unjuk kebolehan dalam Festival Thong-Thong Lek yang diadakan di alun-alun Rembang itu.
Ke 15 peserta tersebut antara lain Mahesa Jenar (Jurangjero, Sluke), Rejeng (Pacar, Rembang), Mbah Joget (Kecamatan Lasem). Pelemsari (Sumber). Cah Mboleyong (Sudo, Sulang), Paguron (Mondoteko, Rembang).
New Arkasa (Karangsekar, Kaliori). Galuh Ajeng (Kabongan Kidul, Rembang), Regent (Kecamatan Sarang), Risang Condrosuto (Sendangmulyo, Bulu), Venus Reborn (Kutoharjo, Rembang).
New Ganendra (Gegunung Kulon, Rembang), Regol (Remaja Generasi Pengkol), Gondorase (Banyudono, Kaliori) dan Repandec (Pandean, Rembang).
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus dilapangan festival thong-thong menyedot animo ribuan penonton.
Di jalan pantura dipenuhi kendaraan roda dua, roda empat dan truk pengakut peserta dan alat musik penggugah sahur tersebut.
Acara opening pembukaan dimulai pukul 19.50.
Disemarakan penampilan Falden dan Difarina Indra masing-masing membawakan tiga lagu.
Falden membuka dengan lagu taman jurug, santri pekok dan lamunan (ft Difarina).
Disambung Difarina membawakan lagu Lamunan (duet Falden), Kisinan Satu dan terakhir Nemen.
Kemudian disambung laporan kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), Mutaqin.
Difarina Indra, bintang tamu mengaku kali pertama mengisi acara festival thong-thong lek Kabupaten Rembang mengaku merasa senang.
”Semoga kedepan lebih meriah lagi. Saya bawakan tiga lagu, dua single dan satu lagu duet sama mas fallden,” harapnya.
Fallden menambahkan sebagai bintang tamu sekaligus warga Rembang senang sekali bisa menghibur di festival thong-thong lek.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan.
”Semoga tetap ada thong-thong lek setia tahunnya. Kalau bisa nanti kalau berkesempatan tahun depan dan berikutnya bisa keliling hibur masyarakat seperti dulu. Ini salah satu tradisi Kabupaten Rembang. Semoga tidak hilang dan menjadi tradisi daerah,” ungkapnya.
Acara tambahan kedua bintang tamu kembali diminta perfom.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi Forkompimda minta request lagu ojo di banding-bandingke.
Ditutup lagu terakhirnya Rembang Istimewa.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan thong-thong lek ini merupakan warisan budada nenek moyang.
Orisinanlnya harus diketahui dan gali.
Ia menyebut, dahulu tradisi thong-thong lek dilakukan untuk membangunkan orang bersahur pada puasa bulan Ramadan.
”Dalam perkembangan sejak 11 tahun saya wakil hingga bupati mengadakan thong-thong lek berjalan 9 kali, 2 di alun-alun. Ada warga masyarakat ingin tahu sejauh mana original thong-thong lek pada saat itu. Dulu saat pakai musik modern hampir originalnya punah,” sambutanya.
Festival ini juga turut dihadiri PBNU dan Menteri Agama dari Rembang.
Sementara dari hasil lomba setelah semua tampil dan dilakukan penilaian dewan juri, dewan juri, diambil 6 terbaik.
Data Dinbudpar juara diraih oleh I Cah Mboleyong dari SUdo (Sulang).
Juara 2 Mbah Joget Sendangasri (Lasem) dan Juara 3 Gondorose dari Banyudono (Kaliori)
Harapan I New Arkaksa dari Desa Karangsekar (Kaliori), Harapan 2 Repandec dari Desa Pandean (Rembang). Harapan 3 Rejeng dari Kelurahan Pacar (Rembang). (noe).
Editor : Dzikrina Abdillah