Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mulai Lirik Potensi Pelabuhan Sluke Rembang, Pemprov bakal Tindaklanjuti Reaktivasi Jalur KA ke Pantura Timur

Wisnu Aji • Sabtu, 30 Maret 2024 | 17:38 WIB

 

BERSANDAR: Kapal tongkang batu bara bersandar di pelabuhan sluke Rembang baru-baru ini.
BERSANDAR: Kapal tongkang batu bara bersandar di pelabuhan sluke Rembang baru-baru ini.

REMBANG – Pemerintah Provisi (Pemprov) Jawa Tengah mulai melirik potensi besar di pelabuhan pengumpan Regional di Sluke Rembang.

Untuk itu proses Reaktivasi jalur kereta api ke pantura timur akan ditindaklanjuti sesuai rencana di 2030.

Sigit Pandu, Fungsional Perencanaan Ahli Madya Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Provinsi Jawa Tengah menyebutkan potensi pelabuhan di Rembang timur sangat diunggulkan.

Baca Juga: Ke Mana Relokasi Warga Lima Desa di Blora Terdampak Proyek Bendung Gerak Karangnongko?

Sebab tidak ada sedimentasi dan rob. Sehingga tidak perlu dilakukan normalisasi 3 tahun sekali artinya bisa menghemat paling sedikit Rp 40 miliar.

”Di Sluke sudah dalam, tidak ada rob dan sedimentasi. Ke depan proyeksi Rencana Tata Kelola Wilayah Nasional (RTRWN) pelabuhan pengumpul," katanya saat di Rembang.

"Lalu sesuai rencana induk pelabuhan nasional (RIPN) menjadi pengumpul di tahun 2027. Potensi inilah yang ditangkap,” lanjutnya.

Tidak hanya pelabuhan Sluke. Ini juga yang kemudian menjadi alasan Reaktivasi jalur rel kereta api Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang-Bojonegoro.

Baca Juga: Dinas PUPR Jepara Ungkap Kelanjutan Pembangunan Pasar Bangsri Terancam Gagal Terlaksana, Ini Penyebabnya!

“Ini suatu hal yang langka. Studinya sudah 2006, feasibility study (FS) 2015, Survei Investigasi Desain (SID) 2021, rencana 2030 sesuai rencana Menteri Perhubungan terealisasi,” ujarnya.

Selain itu pelabuhan ikan di Tasikagung ada potensi juga masuk pertimbangan.

Di sana sebenarnya juga ada pelabuhan pengumpan, tapi sudah tidak operasional.

Di bawahnya ada karang hidup. Pertimbangan konservasi alam tidak difungsikan.

Lalu simpul transportasi darat. Di Rembang hanya memiliki terminal tipe C. ini penting sebagai simpul transportasi harus mulai dibuka.

”Memang saat ini hidup segan, matipun enggan. Tapi ke depan jangka panjang dan proyeksi Negara maju transportasi umum jadi ciri khas maju," ujarnya.

"Jadi cita-cita kembalikan transportasi umum yang akhir-akhir ini bisa menyelesaikan banyak masalah, termasuk infrastruktur,” imbuhnya. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
#Pemprov #kereta api #reaktivasi jalur KA #rembang #pelabuhan sluke