Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Takbir Keliling di Rembang Hanya Pol Kecamatan dan Tak Boleh Pakai Alat Musik

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Jumat, 29 Maret 2024 | 18:23 WIB
ANTUSIAS: Warga mengikuti Tong-tongklek keliling yang dilaksanakan beberapa tahun lalu
ANTUSIAS: Warga mengikuti Tong-tongklek keliling yang dilaksanakan beberapa tahun lalu

REMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tetap membuka ruang kepada warga untuk bisa melaksanakan takbir keliling.

Meski demikian, radius kegiatan dibatasi hanya di lingkup kecamatan.

Hal ini disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Pihaknya memperblehkan kegiatan takbir keliling.

Hanya saja, kegiatan keliling cukup di dalam lingkup kecamatan.

Artinya tidak boleh keluar dari wilayah yang telah ditentukan.

Selain itu, juga ada beberapa aturan lain.

Diantaranya tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan besar ataupun alat musik.

”Takbir keliling tetap boleh tetapi harus memenuhi kriteria, tidak boleh pakai truk besar, tidak boleh pakai alat music, dan dilokalisir di masing-masing kecamatan. Tidak boleh keluar dari wilayah,” katanya.

Tidak hanya soal takbir keliling, Pemkab Rembang juga menerapkan aturan khusus terhadap kegiatan-kegiatan dalam masa Ramadhan

Yakni acara tong-tongklek yang menjadi eent yang dilaksankan setiap tahun ini tetap digelar.

Hanya saja, tidak diperbolehkan berkeliling.

Baca Juga: Profil dan Instagram Jang Ma Ru Pemeran Sun Woo Wan Hacker Handal di The Impossible Heir, Curi Perhatian Penonton!

Tong-tongklek rencananya akan dipusatkan di Alun-alun Rembang pada tanggal 7 April mendatang.

”Tong-tongklek ini tetap kami adakan dengan cara yang beda dengan dulu. Kalau dulu berjalan sampai beberapa kilometer, ini kami pusatkan di Alun-alun,” katanya.

Sampai Kamis (28/3), lanjut Hafidz sudah ada 16 kelompok peseta yang akan tampil di acara Tong-tongklek. Mereka akan unjuk gigi sekaligus dalam satu malam.

”Karena kami evaluasi tahun kemarin dengan cara itu sangat positif apresiasi masyarakat. Daripada pakai di jalan,” imbuhnya.

Disinggung soal kerawanan apabila tong-tongklek dilaksankan keliling, dia bilang, ada beberapa keluhan dari masyarakat.

Seperti ketika proses latihan, dari segi pembiayaan, hingga potensi merusak tanaman-tanaman yang berada di pinggir jalan.

”Ini juga dikeluhkan masyarakat. Sehingga lebih strategis, lebih praktis kalua kami tetap adakan, karena itu budaya. Kami lestarikan dengan cara yang berbeda,” ungkapnya. (vah)

Editor : Dzikrina Abdillah
#rembang #peraturan #pemkab #takbir keliling #alun-alun #tongtek