Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! Harga LPG 3 kg di Rembang Tembus hingga Rp30 Ribu, Begini Kata Bupati Abdul Hafidz

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Rabu, 20 Maret 2024 | 22:55 WIB

Ilustrasi penjualan gas LPG 3 kg. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Ilustrasi penjualan gas LPG 3 kg. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)


REMBANG
- Harga LPG 3 kilogram di Kabupaten Rembang tembus hingga Rp30.000.

Tentu saja, nominal tersebut telah melebihi harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan yang hanya Rp15.500.

Diketahui, melambungnya harga itu dilatarbelakangi distribusi gas yang tersendat.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus melambungnya harga gas melon itu salah satunya terjadi di wilayah Kecamatan Sedan.

Baca Juga: Dinas Klaim Mayoritas Pedagang di Beberapa Pasar di Rembang Terima Penyesuaian Retribusi, Begini Penjelasannya

Salah satu warga mengaku mengalami kenaikan tersebut.

Kata dia, gas dengan harga mahal itu dijual di warung-warung.

Tidak hanya soal harga mahal, ia juga merasa kesulitan mendapatkan gas tersebut.

"Rata di Kecamatan Sedan. Selasa (19/3) tidak dapat (gas 3 kilogram) di agen langganan. Ya, bingung juga," katanya.

Baca Juga: KREATIF! Parkiran Taman Kartini Rembang Disulap Jadi Tempat Pameran Seni, Cocok untuk Ngabuburit

Melambungnya harga gas melon itu juga dibenarkan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Selain itu, ketersediaan gas LPG 3 kg juga dinilai sulit.

"Orang disuruh nunggu lima jam, tujuh jam itu mau hari ini. Disuruh nunggi sedino gelem di pangkalan. Ngenteni truk teko," katanya.

Pihaknya mengaku hanya bisa memantau harga di tingkat pangkalan.

Baca Juga: Sekolah Ambruk di Beberapa Lokasi Jadi Catatan Khusus Bupati Rembang, Ini Permintaannya kepada Dinas Pendidikan

Ia merasa kesulitan mendeteksi apabila barang sudah beredar di masyarakat.

Sebab, terkadang harga jual tersebut bisa jadi sudah berpindah dari beberapa tangan.

"Harga sampai Rp30.000 di desa-desa. Rp30.000 antre rebutan," katanya.

Ia menilai problem gas melon ini terjadi karena ketidaklancaran distribusi. Untuk itu, bupati meminta agar ada kelancaran penyaluran barang.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Rembang Mahfudz bilang, instansinya sudah turun memonitoring harga di pangkalan.

Sampai dengan Rabu (20/3), ia memastikan tidak ada pangkalan di Kabupaten Rembang yang menjual LPG 3 kilogram jauh di atas HET Rp15.500.

Baca Juga: Sekolah Ambruk di Beberapa Lokasi Jadi Catatan Khusus Bupati Rembang, Ini Permintaannya kepada Dinas Pendidikan

Ia pun mengaku terbuka menerima aduan dari masyarakat.

Apabila warga menemukan adanya pangkalan yang menjual tidak sesuai HET bisa melapor.

"Harapan kami pengawasan masyarakat jalan. Jangan takut kalau melaporkan iti terus sesuk gak entuk gas. Jangan takut seperti itu," katanya. (vah/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#gas melon #bupati #Rp 30 ribu #rembang #Harga gas #langka