REMBANG – Cuaca ekstrem di laut jawa tidak menyurutkan nelayan Rembang melaut.
Ini terpaksa mereka lakukan untuk mengejar trip (perjalanan) mencari ikan dan persiapan libur panjang di momen Lebaran dan Syawalan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di dermaga Tasikagung Rembang sebelah timur dipenuhi deretan kapal sandar.
Ada yang mengisi perbekalan makanan dan bahan bakar solar hingga memperbaiki kapal.
Data Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rembang sepekan awal Ramadan pemberangkatan cukup banyak.
Meski sejak beberapa hari terakhir hujan tak menyurutkan mereka mencari nafkah.
Baca Juga: Pengungsi Banjir Demak Pilih Bertahan di Kolong Jembatan hingga Bak Truk, Ini Penyebabnya
“Jumlahnya ada puluhan,” ujar Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rembang, Yunus Mintarso.
Ia menyebutkan cuaca laut belakangan ini masih relat bersahabat untuk melaut.
Gelombang hanya 2,5 meter maksimal.
Kecuali ada peringatan saat tingginya mencapai 4 meter.
”Seputar informasi cuaca selalu kita sampaikan setiap hari. Gelombang tinggi dan cuaca. Semua stakeholder, paguyuban, pengurus, Himpunan nelayan seluruh Indonesia (HNSI) serta Kasatpolair dan Danposal,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Kebanyakan nelayan mengejar beberapa trip (perjalanan).
Baik 1 atau 2 trip, sebelum memasuki hari Lebaran.
“Karena ada tradisi Syawalan setiap tahun. Biasanya nelayan akan off. Makanya keberangkatan cukup banyak di pekan pertama bulan puasa ini ada 35 kapal," ujarnya.
"Untuk trip ada 7 sampai 20 hari. Rata-rata di bawah sebulan setiap perjalanan,” terangnya. (noe/ali)
Editor : Noor Syafaatul Udhma