REMBANG - Pedagang di pasar kreatif lasem mengaku kehabisan modal. Akibatnya, mereka terpaksa menutup kios tempat jualnya.
Hal itu diketahui dinas setelah menemui para pedagang yang tak menghiraukan surat pemberitahuan dan teguran yang dilayangkan.
Untuk diketahui, kurang lebih terdapat 143 kios di pasar kreatif.
Lantai 1 digunakan konveksi, lantai 2 aksesoris dan kelontong lainnya. Kemudian ada pasar basahan atau kuliner. Di atas ada hall atau gedung pertemuan.
Hasil penelusuran dinas yang sudah buka hingga akhir tahun sekitar 61 kios. Belum buka 49.
Pernah buka dan tutup kembali 30. Di lapangan faktornya beragam. Selain modal pasca relokasi, ada yang sudah mendirikan toko di rumah.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Rembang, Herry Martono tidak menampik jika ada puluhan pedagang yang pernah buka namun tutup kembali.
Hasil penelusuran tim dari internal yang berkunjung ke rumah beberapa pedagang. Memang keluh kesahnya saat relokasi awal.
Mereka banyak mendirikan toko di rumah masing-masing. Dan ketika masa pembangunan selesai. Ketika ingin kembali ke pasar kreatif saat ini butuh modal lagi.
“Untuk membuat etalase dan sebagainya. mereka kehabisan modal lagi,” katanya.
Ia mengaku ada sebagian pedagang ada yang sudah merasa nyaman.
Rata-rata hampir sebagian besar untuk mengisi ulang di toko baru ketidakmampuannya. Dan dinas sudah melangkah. Melakukan tim lawang, 1 personel.
”Kita ada tim lawang,1 personel. Kita sudah beri surat pemberitahuan. Teguran sudah ada. Bahwa kalau tidak sanggup tolong kunci diserahkan. Tahapan-tahapan ke administrasian dilakukan semua,” terangnya.
Hingga kemarimn (10/3) kartu tanda dagang (Kartadag) memang belum dibagikan. Karena masa uji coba menunggu benar-benar semua penuh.
“Jadi semua masih free. Pedagang tidak ditarik (retribusi kiosnya),“ ujarnya.
Sementara itu, belum lama ini Pemkab Rembang sudah ancang-ancang dengan berinovasi meramaikan pasar kreatif. Di lantai tiga, rencana anak di tambah area game.
“Di sana ada rua ruangan hall yang masih kosong. biasanya dijadikan tempat pameran ketika ada event-event tertentu. ke depan akan menggandeng pihak ketiga penyedia wahana permainan. Setelah beberapa waktu lalu dilakukan survei,” kata Mahfudz Kepala Dindagkop dan UKM Kabupaten Rembang. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim