Kabupaten Rembang Kembali “Puasa” Adipura selama Satu Dekade, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya!
Vachri Rinaldy Lutfipambudi• Kamis, 7 Maret 2024 | 01:11 WIB
KERUK: Alat berat dikerahkan untuk membersihkan sampah yang meluber di area gerbang TPA Landoh, belum lama ini.
REMBANG - Kabupaten Rembang gagal mendapatkan adipura tahun ini.
Masalah pengelolaan sampah menjadi problem utama, kenapa Kota Santri sampai satu dekade ini gagal meraih penghargaan kebersihan dan pengelolaan lingkungan ini.
Kemarin, merupakan hari pengumuman kota mana saja yang mendapatkan penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sayangnya, nama Kabupaten Rembang tidak disebut.
Ini merupakan kesepuluh kalinya Kota Santri gagal meraih penghargaan itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang Ika Himawan Afandi membenarkan bahwa untuk saat ini Rembang belum bisa mendapatkan penghargaan tersebut.
"Ini kami tidak dapat. Hari ini (kemarin, Red) penerimaan piala adipura di Jakarta," katanya.
Ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi. Diantaranya, adalah mekanisme pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan pengelolaan di bank sampah induk.
TPA di Rembang, untuk sementara masih bersistem open dumping atau pembuangan terbuka.
Artinya, sampah-sampah di sana masih dibuang begitu saja di ruang terbuka. Hal ini yang mempengaruhi rendahnya penilaian.
"Evaluasinya yang pertama di TPA, sama di pasar sama di bank sampah induk," jelasnya.
Ika menjelaskan, penilaian adipura sendiri meliputi pengelolaan sampah di TPA , pengurangan sampah di perkotaan, dan pengelolaan bank sampah induk.
"Pengelolaan sampah di bank sampah induk tidak jalan. Jadi nilai kami agak rendah," ungkapnya.
Ke depan, pihaknya akan melakukan penataan di lokasi TPA dan mengelola kembali bank sampah induk.
"Nanti kami akan optimalkan lagi. Sama di pasar nanti kami tata," jelasnya.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, saat dilakukan proses penilaian beberapa waktu lalu, masalah TPA juga menjadi PR tersendiri untuk kabupaten Rembang.
Kondisi pasar dan TPA dirasa Rembang belum memuaskan.
Meski demikian, kala itu Pemkab Rembang masih bisa melihat peluang lain dengan mengandalkan kondisi sekolah, ruang terbuka hijau, taman kota, instansi, dan alun-alun yang dinilai sudah baik. (vah/ali)