Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Keren! Kain Perca Batik Tulis Lasem Rembang Ini Disulap Jadi Miniatur Boneka RA Kartini, Begini Hasilnya

Wisnu Aji • Selasa, 5 Maret 2024 | 16:20 WIB
KRASI: Para peserta menunjukkan hasil kreasi miniatur boneka Kartini dari kain perca batik tulis lasem
KRASI: Para peserta menunjukkan hasil kreasi miniatur boneka Kartini dari kain perca batik tulis lasem

REMBANG – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diajari membuat boneka miniatur tokoh RA Kartini dengan memanfaatkan kain perca batik Lasem.

Kreasi ini ke depan jadi oleh-oleh khas daerah.

Kegiatan ini secara khusus menghadirkan pengajar kursus kerajinan (craft) Diah Saraswati.

Diah pengajar dari Jakarta ini sangat senang bisa mengisi pelatihan dan workshop.

Menurutnya dari miniatur boneka Kartini itu bisa jadi media  promosi budaya.

“Boneka ini bisa dikenalkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Karena mengenakan kebaya sebagai pakaian adat resmi Indonesia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain menjadi ikon budaya, Diyah menyebutkan kerajinan boneka Kartini juga mengurangi sampah kain perca.

“Jadi memanfaatkan sesuatu yang tidak berguna menjadi berguna. Kebetulan juga di Rembang banyak perca batik. Selain itu menunjukan jika di Rembang terdapat makam RA. Kartini,” terangnya.

Ke depan pihaknya berharap ikon boneka Kartini bisa menjadi souvenir yang resmi ikon.

“Ini bisa jadi oleh-oleh. Ketika datang ke Rembang cari boneka Kartini. Boneka Kartini yang berkebaya Lasem atau Rembang.

Prinsipnya melestarikan budaya serta mengenalkan Indonesia lewat boneka.

"Serta menjaga lingkungan,” imbuhnya.

Ketua Dekranasda Hasiroh Hafidz saat pembukaan menyampaikan, potensi daerah Rembang-Lasem memang terkenal batiknya.

Dulu penjualannya berupa lembaran, sekarang sebagian dijual berupa pakaian.

”Kita memanfaatkan  perca.  Kalau tidak dimanfaatkan kan sayang. Ini bisa nambah penghasilan panjenengan. Pariwisata di sini sudah ada tapi untuk oleh-olehnya belum maksimal,” tambahnya. (noe/ali)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#miniatur #umkm #boneka #rembang #kain perca